27 Maret 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Ini Bukti Anak Bontang Bisa Bikin Film Berkualitas


Ini Bukti Anak Bontang Bisa Bikin Film Berkualitas
Vino G Sebastian (kiri), Robby Ertatanto, Wulan Guritno dan Kemal saat menilai film-film dari Bontang dan sejumlah film lainnya. (Foto: Sulkifli)

Liputan Khas Klik Fokus
Edisi IV(30/8/2015)
Mengintip Kegiatan Festival Film Pendek Pelajar se-Kaltim Garapan Komunitas Filmmaker Bontang (1)

 

KLIKBONTANG – Akhir Agustus ini menjadi bulan yang istimewa. Sekumpulan anak-anak muda di Kota Taman yang berada di naungan Komunitas Filmmaker Bontang (KFB) membuat even yang cukup membanggakan. Festival Film Pendek Pelajar Se-Kaltim. Itulah acara yang luar biasa berkelas yang justru lahir di ujung kota di Kaltim. Edisi kali ini, klik fokus pun sengaja mengangkat soal kreasi anak Bontang yang tergabung dalam KFB. 

Puluhan film dari beberapa daerah Kaltim masuk ke meja panitia. Tapi, hanya ada 10 film terbaik yang masuk ke dalam tahapan selanjutnya. Kesepuluh film itu juga yang mendapat kesempatan untuk dinilai langsung 3 artis papan atas dan satu sutradara kawakan. Ketiga artis itu adalah Vino G Bastian, Wulan Guritno, dan Kemal. Sementara Robby Ertatanto hadir sebagai sutradara yang juga menilai langsung 10 nominasi film yang sudah masuk.

Pentolan KFB Fadhil KJ mengakui, jika festival tahun ini mengalami trend yang cukup kompetitif. Peserta yang seluruhnya adalah pelajar mampu membuat panitia dan juri kesulitan untuk menentukan pemenang dalam festival kali ini.

“Kami surprise melihat kualitas film yang dikirimkan peserta. Keren-keren dan berkualitas. Makanya pada saat penjurian lokal juga kesulitan untuk menyusutkan 10 besar. Kami melihat, festival ini ternyata mampu memacu sdemangat peserta untuk mengirimkan video tiap tahunnya menjadi lebih berkualitas,” jelasnya.

Festival kali ini mengangkat tema ‘Shoot, Wrap, and Frame Your Nation’. Tema ini dikemas untuk mewadahi sineas muda Kota Taman dan Kalimantan Timur, dalam menuangkan gagasan serta ide kreatif dalam bentuk film. Sehingga output yang dihasilkan melalui kegiatan ini bisa berdampak terhadap pembangunan maupun bersifat promosi daerah.

“Tembak, bungkus, dan bingkai negaramu. Itu tema yang kami tuangkan dalam kegiatan kali ini. Bagaimana potensi daerah yang ada dapat digagas dalam film masing-masing peserta,” papar Fadhil.

Poin pokok yang menjadi perhatian dalam Vista Karsa ini yakni gagasan maupun ide yang dituangkan, orisinalitas karya serta kreatif yang tertuang menjadi hal utama dalam penilaian yang dilaksanakan.

“Gagasan dan ide yang original, itu yang kami tekankan kepada setiap peserta. Bagaimana ide itu tertuang dalam karya, menjadi hal utama yang menjadi pertimbangan bagi kami dalam penilaian,” jelasnya.

Gagasan dan ide yang dimaksud itu menurutnya, bisa saja hal yang selama ini tengah terjadi dimasyarakat dan menjadi sebuah fenomena sosial. Film sebagai salah satu langkah dalam menyampaikan suara maupun pendapat, bisa menjadi potensi kuat dalam meng’kritisi’ segala sesuatu yang sekiranya berdampak terhadap kehidupan bermasyarakat.

“Dari hal-hal seperti itu lah film dapat dikatakan sebagai sebuah wadah dalam menyampaikan suara dan pendapat. Kritik sosial terhadap sebuah kondisi dapat terbangun dalam ide yang bisa dicerna oleh penonton, yang pasti gagasan itu membangun,” tambahnya. (adv)

Reporter : M. Akbar    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0