19 Januari 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Pesan Kemal dan Robby untuk Komunitas Film di Bontang


Pesan Kemal dan Robby untuk Komunitas Film di Bontang
Sutradara kawakan Robby Ertatanto. (Foto: Sulkifli)

Liputan Khas Klik Fokus
Edisi IV(30/8/2015)
Mengintip Kegiatan Festival Film Pendek Pelajar se-Kaltim Garapan Komunitas Filmmaker Bontang (2)

KLIKBONTANG - Festival Film Pendek Pelajar se-Kaltim garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bontang bersama Komunitas Filmmaker Bontang (KFB) sebagai penggagas rupanya tak hanya sekedar menggelar lomba film. Kegiatan lain juga dilaksanakan dalam even tahunan ini. Bak tak ingin setengah-setengah dalam membangkitkan gairah perfilman lokal, KFB juga menggelar beberapa kegiatan yang mampu merangsang semangat para film maker Bontang. Khususnya para pelajar.

Kemal dan Wulan serta Robby Ertanto begitu kelihatan total dalam memberikan materi kepada peserta. Sementara Vino, terlihat santai dalam talkshow tentang industri film di Indonesia.

Diawali dengan aksi Kemal, para peserta berkesempatan mendapatkan pengarahan soal menulis skenario yang baik. Workshop yang digelar kurang lebih 2 jam ini selain mendapatkan ilmu para peserta tampak terhibur dengan lawakan khas komik jebolan kompas Tv ini.

Kemal memberikan materi mengenai, bagaimana cara menjadi penulis skenario handal kepada peserta. materi yang disampaikan cukup menarik, diantaranya penulis skenario atau script writer diharuskan suka menghayal dan tukang ngeluh.

"Kudu suka menghayal dan sering-sering ngelu," katanya yang langsung disambut tawa lepas dari para peserta.

Menurutnya, seorang scriptwriter diwajibkan untuk dapat berimajinasi mengeani dialog para pemain film. Selain itu, dengan mengeluh para penulis script tidak cepat merasa puas dengan karya yang diciptakan.

Salah satu peserta asal SMK Bontang, Hebron mengakui materi yang disampaikan cukup menarik. Ilmu yang diberikan dapat diterima dengan baik olehnya karena pembawaan materi yang kocak oleh Kemal.

"Asli kocak, tapi bagus-bagus materinya kita mudah untuk menyerapnya karena gampang dan simple," katanya kepada klikbontang.

Senada dengan Hebron, Aminah siswi SMP negeri Bontang ini juga mengaku banyak menerima ilmu dari Kemal. Salah satunya, metode membuat outline dan premis (ide cerita) dalam sebuah film pendek. Kendati film yang dikirimkan ke panitia tidak lolos seleksi, ia optimis dengan wawasan baru mengenai penulisan script dari Kemal kedepan dia dapat menciptakan sebuah film dengan jauh lebih baik khsusnya dalam hal skenario.

"Seru kak Kemal ganteng apalagi dia lucu, pokoknya tahun depan saya harus dapat juara. Kan sudah dapat ilmu dari kak Kemal," tandasnya

Tidak hanya pelatihan skenario, Vista Karsa juga menggelar workshop penyutradaraan. Dan menunjuk peraih piala Citra sebagai Sutradara terbaik film pendek indonesia tahun 2008 Roby Hartanto memberikan pelatihan penyutradaraan kepada ratusan peserta pelajar se-Kaltim.

Sutradara the best feature film di Moskow tahun 2012 lalu ini mengimbau kepada para peserta untuk terus mengasah kemampuan mereka. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, saat ini kata Roby akses internet dapat diakses dimana dan kapanpun.

"Adik-adik jangan terpaku dengan pakem sineas di sinetron saja, kalian dapat mengakses internet dan belajar dari manapun," bebernya.

Sutradara muda Indonesia dan sekaligus menjadi anggota badan perfiliman indonesia ini juga memberikan pemahaman peran dan tanggung jawab sebagai sutradara. Menurutnya, kualitas film yang baik akan sinergi dengan kuantitas film yang diciptakan. Semakin banyak film, maka semakin baik pula kualitasnya.

"Jangan pernah puas dengan hasil karya saat ini, walaupun kualitasnya sudah bagus. Terus mencoba dan berusaha," ujarnya.

Dia berharap ke depan, komunitas film maker di Kaltim khususnya di Bontang semakin intens menciptakan karya yang menarik dan mengangkat pesan sosial. Ia berpesan kepada peserta jangan pernah terkungkung dengan pakem film dan makna dari karya.

"Keluarkan ide liar kalian melalui film, jangan terfokus dengan pesan moral yang justru membuat sutradara gagal menampilkan karya yang bagus," pungkasnya. (adv)

Reporter : Ikhwal    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0