24 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Breaking News

Adi Sebut Program Rp 200 Juta Per RT Bebani APBD, Berikut Jawaban Neni


Adi Sebut Program Rp 200 Juta Per RT Bebani APBD, Berikut Jawaban Neni
Suasana debat publik calon Walikota Bontang di Hotel Sintuk, Sabtu, 7 November 2015. (KLIKBONTANG)

KLIKBONTANGDebat publik Calon Walikota Bontang memasuki segmen terakhir atau keenam. Kedua Calon Walikota, Adi Darma dan Neni Moerniaeni saling lontarkan pernyataan ‘menggigit’.

Calon Walikota Petahana, Adi Darma menuding program tandingan Prolita yakni Program Dua Ratus Juta (Produta) versi Neni Moerniani tidak rasional. Karena akan membebani anggaran APBD Bontang. Apalagi, kata dia belum ditambah dengan program pemberian buku dan perlengkapan sekolah gratis kepada seluruh pelajar di Kota Bontang.

Menanggapi hal itu, Neni menjelaskan nantinya Produta dibagi menjadi dua item, Rp 100 juta pertama untuk pembanguna infrastruktur, sisanya untuk dana bergulir yang akan didampingi Proyek Penaggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP).

Menurutnya, anggaran untuk pendidikan dengan penyertaan sebesar 20 persen sangat kecil dari APBD jika digunakan memberi fasilitas penunjang bagi para pelajar. Sehingga, pemberian bantuan Rp 200 juta per RT sangat mungkin.

Dia menambahkan, orientasi program kerja kepada rakyat. Sehingga dengan produta per RT dapat mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan, usaha mikro. Apalagi dengan pembinaan oleh P2KP yang sudah sukses di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Acara debat publik Calon Walikota Bontang ini pun ditutup dengan closing statement oleh kedua andidat. Kandidat nomor urut dua mengungkapkan, cita-cita pembangunan harus terintegraai dengan visi misi pogram yang berorientasi rakyat bukan kekuasaan.

Sedangkan, calon petahana mengatakan selama 4 tahun pembangunan didukung penuh oleh stakeholder, banyak penghargaan yang telah diterima. Kendati demikian masih banyak kekurangan yang terjadi. Semoga masih mendapat kesempatan untuk melanjutkan program. (*)

Reporter : TIM KLIK BONTANG    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0