22 Januari 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

UD Tani, Beranak-pinak Tanpa Bakat Bisnis


UD Tani, Beranak-pinak Tanpa Bakat Bisnis
Seswo berpose dengan latar tempat usahanya, UD Tani.

KLIKBONTANG- Tak punya bakat bisnis, bukan kendala untuk menjadi wirausaha. Berangkat dari semangat, Seswo merintis usaha UD Tani Bontang hingga mampu menjadi pusat agro bisnis di Kota Taman. Hijrah dari Semarang pada 1980, pria yang saat ini sudah berumur 64 Tahun ini memulai usahanya empat tahun kemudian. Hingga saat ini Seswo sudah memiliki 2 toko di Bontang, 1 toko di Sangata dan 1 toko di Semarang. Seluruhnya bergerak di bidang agro bisnis.

Di temui di tempat usahanya UD Tani yang bertempat di Jalan Ahmad Yani, Seswo mengaku tak enak buka-bukaan soal keuntungan usahanya. Dia mengungkapkan, keuntungannya cukup untuk menabung, membiayai operasional usaha dan membayar gaji 7 karyawannya.

“Jika bicara omset penghasilan, saya pikir tidak menentu, ya. Itu juga menjadi urusan internal tapi intinya cukup untuk menabung, bayar gaji anggota (karyawan) dan operasional,” katanya, berusaha merendah. 

Tanpa darah bisnis, Seswo mampu mempertahankan usahanya hingga usia 39 tahun. Seswo mengaku, awalnya dia hanya berusaha menanamkan kecintaannya pada dunia tanaman.  Awalnya, dia hanya menjual tanaman hias dan seiring waktu berjalan saat ini UD Tani telah menjadi pusat agro bisnis, menjual perkakas rumah tangga dan pernak-pernik hiasan yang unik. 

Baginya, tak penting memiliki kemampuan administrasi atau tidak. Kunci dia mengembangkan usahanya hingga memiliki cabang di beberapa kota adalah kecintaannya pada bidang yang digeluti, keyakinan dan sisanya keberanian mengambil resiko. 

“Berangkat dari hal yang kita cintai saja. Sehingga tidak menjadi beban. Lalu yakin dan percaya itu penting dalam usaha, setelah itu berani untuk rugi juga harus ditanamkan jika ingin membangun usaha sendiri," ungkapnya. 

Seswo menyadari bahwa konsistensinya dalam dunia agro bisnis tidak tanpa kendala. Dia pernah menemui berbagai kendala yang mengadang laju ekspansi bisnisnya. Mulai dari musim yang tidak menentu sampai krisis ekonomi juga mempengaruhi keuntungannya. Tetapi lelaki ramah ini tidak takut dan selalu percaya bahwa usahanya dapat bertahan. 

"Saya percaya bahwa kegigihan akan berbuah sesuatu. Ini adalah buah kegigihan dan usaha saya mempertahankan bisnis ini," katanya, lagi-lagi berusaha merendah. (*)

 

Reporter : Muhammad Rizal    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0