21 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Pegawai Honor Diamankan Panwas Bontang


Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Pegawai Honor Diamankan Panwas Bontang
Lima pria ini diamankan di Kantor Panwas saat tertangkap basah tengah melakukan kampanye hitam.

KLIKBONTANG Sembilan hari menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang, mendadak situasi politik menjadi gaduh. Persoalannya adalah tertangkap tangannya sekelompok orang tengah melakukan upaya-upaya kampanye hitam untuk menyudutkan para Pasangan Calon (Paslon).

Hal itu terungkap pada saat tim sukses nomor urut nomor 2 menangkap lima orang yang diduga tengah melakukan aksi kampanye hitamnya. Kelima pria ini diantaranya adalah TA, AP, EJH, EW, dan S.

Ironisnya, satu diantaranya merupakan honorer di ruang lingkup Pemerintahan Kota Bontang.
Dari informasi yang didapat KLIKBONTANG, kelima orang tersebut memiliki peran masing-masing. TA sebagai bendahara, AP selaku driver, S pelaksana teknis, serta EJH sebagai tokoh yang mencari relawan.

Setiap relawan yang berhasil dikumpulkan kemudian diberikan jatah bayaran sebesar Rp 125ribu sebagai honor awal dan Rp 200ribu sebagai honor akhir jika telah menyelesaikan tugas. Hal ini diungkapkan oleh S yang ikut diamankan, bahwa dirinya telah bekerja mendistribusikan uang tersebut.

Syuchli Imran Ketua tim sukses Neni - Basri dalam laporannya ke Panwas Bontang mengatakan, bahwa dari hasil penangkapan yang dilakukan pada pukul 02.00 dini hari yang dilakukan di Jalan Tengker 2 Perumahan Griya Temputu nomor 15 ditemukan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 14 juta dua ratus ribu, handphone yang berisikan pesan singkat (sms) bersama S, 2 unit mobil yang digunakan untuk beroperasi, 1 rumah kontrakan, serta 7 alat peraga seperti selebaran-selebaran yang diduga merupakan black campaign atau kampanye hitam.

"Dalam penangkapan ini, kami memiliki cukup bukti yang kuat. Kami sangat sesalkan, karena ini menodai Pilkada yang harusnya dilaksanakan dengan jujur,” jelasnya.

Imran menambahkan, bahwa ini merupakan suatu perbuatan yang telah terstruktur dan sistematis. Bahkan kata dia, ini menyertakan alat bukti lainnya berisi pesan singkat dari handphone milik pelaku yang kini diamankan.

“Kami minta ini diproses secara transparan. Ungkap siapa dibalik ini. Jangan sampai hal ini membuat Pilkada di Bontang menjadi kacau balau,” tegasnya. (*)

Reporter : Andi Zachril    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0