22 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Akibat Perampokan Emas, Pembeli Perhiasan Kian Sepi


Akibat Perampokan Emas, Pembeli Perhiasan Kian Sepi
Jamal, Pemilik Toko Emas Mutiara saat ditemui Klik Bontang, Rabu, 13 Januari 2016 siang tadi. (KLIKBONTANG/JAJANG)

KLIKBONTANG- Pascaperampokan Toko Emas Sejati yang menewaskan Nawir alias Amir di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, pekan lalu berakibat turunnya daya beli perhiasan emas warga Bontang.

Ditemui Klik Bontang, Rabu, 13 Januari 2016, Jamal, Pemilik Toko Emas Mutiara atau sekira 100 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengaku omzet penjualan emas selama sepekan ini merosot hingga 50 persen dari biasanya.

Sebelum kejadian mengenaskan itu, Jamal mengaku tokonya selalu ramai didatangi puluhan pengunjung antara pukul 09.00 Wita sampai 12.00 Wita yang hanya sekadar melihat hingga membeli.

“Sepi Mas, paling hanya satu atau dua orang saja yang datang melihat-lihat emas. Efeknya sangat besar, omzet juga turun 50 persen. Ya, nilainya rahasia,” kata dia.

Bukan hanya penurunan omzet, lanjut Jamal, tekanan psikologis keluarganya pun tertekan. Akibatnya, keluarga dia merasa takut datang berkunjung ke tokonya, bahkan anak-anaknya tak mau lagi menemaninya bermalam di toko.

“Istri saya saja enggak berani buka toko sendiri, pasti ditemani saya,” imbuhnya lagi.

KLIK JUGA: Inilah Sketsa Wajah Perampok Emas yang Jadi Eksekutor Pertama

Sementara, Rusdianto, salah satu penjual emas di Lhoktuan pun merasa takut menjaga toko sendiri. Pria asal Sulawesi Selatan ini pun harus menambah karyawan agar kondisi toko tak dijaga sendiri lagi.

“Sekarang saya tambah karyawan jadi dua orang. CCTV juga saya tambah jadi tiga untuk mengantisipasi kejadian serupa,” tukas dia. (*)

Reporter : I Ketut Noer Fajar    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0