17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

BFC Jilid II Dibentuk, Fachri: Dana Jangan Hanya untuk Semusim Saja


BFC Jilid II Dibentuk, Fachri: Dana Jangan Hanya untuk Semusim Saja
Eks pelatih Bontang FC, Fachri Husaini.

"Dananya harus dipikirkan, jangan hanya bisa bertahan untuk mengarungi musim pertama. Musim kedua malah mandek dan akhirnya gaji pemain dan tertunda dibayarkan," kata Fachri.

KLIKBONTANG- Wacana Andi Faisal Hasdam mengakuisisi klub divisi utama di Pulau Jawa untuk membentuk 'Bontang FC Jilid II' mendapat apresiasi dari Fachri Husaini, mantan pelatih Bontang FC (BFC).

Meski begitu, pemain yang pernah menunggangi tim nasional U-19 ini mengaku belum pernah dihubungi Ical--sapaan akrabnya untuk diajak bekerja sama. "Belum ada komunikasi dengan saya. Saya juga baru tahu dari wartawan," jelas Fachri Husaini kepada Klik Bontang, Kamis, 4 Februari 2016 tadi.

Jika 'Bontang FC Jilid II' ini terealisasi, menurut kapten Bontang FC di era 90-an ini meminta agar kejadian yang menimpa klub kebangaan Kota Bontang itu hingga terdampar di Liga Nusantara tak terjadi lagi. Mulai dari pengaturan skor hingga tunggakan gaji pemain dan pelatih.

"Jangan sampai kejadian memalukan (pengaturan skor, Red) terjadi lagi. Ini seharusnya menjadi pelajaran dan mengelola klub secara profesional," tegas pemain yang pernah membela Indonesia sejak 1986 hingga 1997 itu.

Masalah dana memang menjadi sandungan semua klub di Indonesia, termasuk Bontang FC. Artinya, Fachri meminta peristiwa ini tidak lagi menjadi masalah di tubuh 'Bontang FC Jilid II'. Apalagi, jika nantinya hanya mengandalkan dana bersumber dari APBD Bontang saja. Jika tidak pintar-pintar mencari sponsor tetap, The Red Equator--julukan Bontang FC bakal bernasib sama dengan Jilid I lalu.

Fachri menilai, sebuah klub jika ingin dikelola profesional harus bisa lepas dari penggunaan angaran dari APBD. Apalagi Bontang FC Jilid I sudah melakukan hal itu dan nasibnya memprihatinkan. Jika serius dibentuk, pria pernah membawa Bontang PKT sebagai finalis Liga Indonesia musim 1999/2000 ini meminta untuk memikirkan dana klub jangka panjang, bukan hanya untuk satu atau dua musim saja.

"Dananya harus dipikirkan, jangan hanya bisa bertahan untuk mengarungi musim pertama. Musim kedua malah mandek dan akhirnya gaji pemain dan tertunda dibayarkan," kata Fachri.

Kalau mengandalkan pemasukan tiket penonton, Fachri pun ragu. Pasalnya, antusiasme penonton di Kota Bontang tak sama dengan Persib Bandung atau Arema Malang. Kedua klub ini sudah bisa menghidupi klub dari uang tiket penonton. "Kan tahu bagaimana penonton di Bontang. Jadi sulit kalau mengandalkan pemasukan dari uang tiket pertandingan," jelas dia.

KLIK JUGA: Ical Akuisisi Klub, Bontang FC Jilid II Bisa Terwujud

Meski begitu Fachri pun mengapresiasi keinginan Ical tersebut. Keberadaan 'Bontang FC Jilid II' bisa memberikan multi efek bagi Kota Bontang. Selain memberikan hiburan bagi pecinta olahraga ini, gairah pesepak bola dini akan lebih terpacu untuk berlomba-lomba menjadi pemain profesional.

Apalagi kata Fachri, Ical berencana membuka akademi sepak bola bagi anak-anak Kota Bontang dengan memanfaatkan fasilitas Stadion Taman Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari. (*)

*Pantau terus Berita Lokal Eksklusif, Unik, Segar,dan Perlu di Klik Bontang
Like: https://www.facebook.com/KlikBontang-309819345881572/
follow https://twitter.com/klik_bontang

Reporter : S Said    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0