22 Januari 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Soal Plastik Berbayar, Bontang 4 Tahun Lebih Dulu dari Pemerintah Pusat


Soal Plastik Berbayar, Bontang 4 Tahun Lebih Dulu dari Pemerintah Pusat
Kabid. Ekonomi PWP Badak Bontang, Iin Honorus menunjukkan kantong berbahan kain yang disediakan di Pujasera PWP Badak (FOTO: KLIKBONTANG/ ZAENUL)

KLIKBONTANG- Penerapan kantong plastik berbayar yang dicanangkan pemerintah pusat pertanggal 21 Februari 2016, ternyata sudah lebih dulu diterapkan di Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) dan butik Melati Persatuan Wanita Patra (PWP) Badak.

Swalayan yang berada di Jalan Kutai Raya, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, kawasan Badak LNG ini, sudah membatasi penggunaan kantong plastik sejak 2011 lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi PWP Badak Bontang, Iin Honorus menuturkan hal tersebut dilakukan guna mengurangi limbah sampah plastik. Sebagai gantinya, ia menawarkan kantong berbahan kain.

Namun, ada harga yang harus dibayarkan pembeli yang hendak menggunakan kantong berbahan kain itu. Untuk kantong berukuran 40x30 centimeter, pembeli harus merongoh kocek Rp 4.500. Sedangkan yang berukuran 15x15 centimeter dikenakan harga Rp 2.500.

Kemudian, hasil penjualannya akan digunakan untuk membiayai kegiatan organisasi yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Pun menyalurkan bantuan ke posyandu dan kegiatan wirausaha.

“Kalau konsumen tidak mau beli, kami kasih kardus bekas. Tapi sekarang lebih banyak yang bawa kantongan sendiri,” ucapnya.

Dijelaskan, ide membatasi penggunaan kantong plastik pertama kali disosialisasikan secara persuasif. Mulai dari arisan RT, pertemuan dengan ibu-ibu perusahaan, lalu saat menggelar bazar sosial.

“Sebulan setelahnya, kami mulai tempel pengumuman di depan Pujasera,” tambahnya.

Ia berharap ke depan penerapan tersebut bisa diaplikasikan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Kota Taman  “Biasanya itu pengeluaran untuk kantong plastik itu Rp 500 ribu perbulan. Ini juga untuk menjaga lingkungan kita,”ujarnya.

Dilokasi yang sama, konsumen Yeni Herlianisa mengaku tidak keberatan dengan penerapan kantong berbayar ini. Pasalnya kantong yang disediakan bahannya tebal, sehingga dapat digunakan tidak hanya satu kali pemakaian.

“Sesuai aja sih. Kualitasnya bagus, enggak gampang sobek. Jadi bisa dipakai berulang kali,” tandasnya. (*)

 

Reporter : Zaenul Fanani Umar    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0