01 Mei 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Retribusi Reklame Megatron Dianggap Mampu Picu Kenaikan PAD


Retribusi Reklame Megatron Dianggap Mampu Picu Kenaikan PAD
Reklame jenis megatron yang terpasang di pusat perbelanjaan Kota Bontang (DOK.KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG- Sebagai satuan kerja yang mengelola keuangan daerah, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset (DPPKA) Kota Bontang, terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah.

Pasalnya, pendapatan merupakan elemen dasar dalam struktur Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), sebagai pendukung penyelenggaraan pemerintah maupun pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu strategi yang disusun, yakni mengoptimalkan retribusi reklame.

Dari data yang dirilis DPPKA Kota Bontang, besaran pungutan untuk pajak reklame sebesar 25 persen dari Nilai Sewa Reklame (NSR), yang dihitung dengan memperhatikan faktor jenis, bahan, lokasi penempatan, waktu, jangka waktu pemasangan, jumlah, serta ukuran media reklame.

Kepala DPPKA Eddy Yudizar menyebutkan, reklame yang dimuat di media tv, radio, warta, dan reklame yang diselenggarakan pemerintah, masuk dalam pengecualian yang tidak dikenakan retribusi.

“Yang wajib pajak itu orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan reklame,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy mengaku, pendapatan retribusi reklame terus melonjak sekira 93.3 persen, sejak 2013 lalu. Hal ini menunjukkan, adanya kesadaran dan ketaatan masyarakat Kota Bontang membayar pajak reklame.

Belum lagi, dengan adanya mengatron yang terpasang di salah satu pusat perbelanjaan kota bermaskot burung kuntul perak, dianggap bisa memacu kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Di Ramayana sudah ada megatron. Walaupun baru satu, mudah-mudahan bisa menarik para pelaku usaha ataupun instansi di Bontang memasang iklan dan informasi di sana,” pungkasnya. (Adv)

Reporter : Nur Aisyah Nawir    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0