27 Juni 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

44 Kasus Kematian Bayi Terjadi Tahun Lalu, BPPKB Kumpulkan Pokjatap GSI


44 Kasus Kematian Bayi Terjadi Tahun Lalu, BPPKB Kumpulkan Pokjatap GSI
Suasana rapat Pokjatap serta presentasi dari tiap kecamatan mengenai Gerakan Sayang Ibu selama 2015, Rabu, 24 Februari 2016. (KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG- Selama 2015 lalu, ada sebanyak 8 kasus kematian ibu hamil dan 44 kasus bayi meninggal. Hal ini sekaligus mencatatkan Kota Bontang peringkat ketiga di Kalimantan Timur.

Hal ini terungkap saat rapat kelompok kerja tetap (Pokjatap), serta presentasi dari tiap kecamatan mengenai Gerakan Sayang Ibu selama 2015 kemarin di ruang rapat utama Kantor Walikota Jalan Moch Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Rabu, 24 Februari 2016.

Acara ini dihadiri langsung Assisten II Walikota Bontang, Emlizar Muchtar, perwakilan kecamatan dan kelurahan, serta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Bontang, Doby Rizami.

Mewakili Walikota Bontang, Assisten II Emlizar Muchtar menyampaikan, Gerakan Sayang Ibu (GSI) telah menjadi gerakana nasional yang dianggap peranannya penting. Dia berharap, rapat koordinasi ini bisa menghasilkan poin konkret untuk mengatasi  permasalahan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan, dan nifas di Kota Bontang.

“Rapat koordinasi ini memang dimaksudkan untuk selalu berkoordinasi dengan seluruh jajaran instansi terkait untuk sama-sama berperan aktif menekan permasalan AKI (Angka Kematian Ibu, Red),” ucap Emlizar.

Senada, Kepala BPPKB Kota Bontang, Doby Rizami menjelaskan, dengan digelarnya rapat pokjatap GSI 2015 ini bisa pembelajaran untuk instansi pemerintah, guna meningkatkan pengetahuan, kepedulian, komitmen, dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan penurunan AKI secara integrative dan sinergis untuk mewujudkan SDM berkualitas.

“Dengan digelarnya agenda, kami harapkan bisa menghasilkan nilai edukasi bagi instansi terkait yang nantinya akan menjadi ujung tombak menekan indikator  kematian ibu dan bayi akibat kelalaian,” beber Doby. (ADV)

Reporter : I Ketut Noer Fajar    Editor : M Andrian



Comments

comments


Komentar: 0