23 Oktober 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Model Asal Balikpapan Ini Alami Gangguan Mental dan Buta karena Lensa Mata


Model Asal Balikpapan Ini Alami Gangguan Mental dan Buta karena Lensa Mata
Viva Permata Donna saat aktif menjadi model. (DOKUMENTASI PRIBADI)

KLIKBONTANG- Sungguh ironis. Gadis belia berparas cantik, pernah menjuarai kontes modeling di kota kelahirannya, Balikpapan hingga ajang modeling bergengsi di Jakarta  harus mengalami penyakit gangguan mental, Syndrome Tourette.

Ialah penyakit neuropsikiatrik yang membuat sesorang kerap kali mengeluarkan kata-kata kotor, tingkah laku yang kasar, menghina, emosi dan tidak dapat dikontrol oleh diri sendiri.

Gadis belia bernama Viva Permata Donna yang kerap disapa Donna ini harus menjalani hidupnya sehari-hari dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Donna kerap kali mengamuk ataupun memukul serta membenturkan kepalanya sendiri ke dinding. Ayah Dona sebut saja Redi Don mengaku miris sekali melihat kondisi anaknya saat ini.

Bahkan Redi, bingung entah harus bagaimana lagi anaknya bisa disembuhkan. Padahal jauh sebelum ia menderita penyakit yang parah seperti ini, anaknya merupakan modeling yang sering meraih prestasi.

"Dulu dia (Donna) juara 1 lomba kontes model di Jakarta, disini juga sering meraih penghargaan model. Sekarang anak saya sering teriak-teriak sendiri. Kalau tidak kami jagain dia sering pukul-pukul kepalanya sendiri dengan keras. Katanya sih sering mendapat bisikan-bisikan," Tutur Redi Don saat berjumpa dikontrakannya di Jalan MT Haryono belakang Hotel Asria pada Rabu 24 Februari 2016.

Tak ayal, ayah dan ibu dona berinisiatif mengikat tangan dan kaki dona lantaran Donna kerap menusuk-nusuk lehernya sendiri dengan benda tajam. Tak hanya itu, Donna pun kerap melukai tubuhnya sendiri dengan benda tajam. Untuk itulah orang tua Donna berinisiatif mengikat tangan dan kaki Donna untuk berjaga-jaga agar Donna tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.

"Apabila dia kecewa dia akan melukai dirinya sendiri. Kepalanya dibenturkan ditembok, lehernya di tusuk-tusuk, badannya dilukai sendiri. Itulah yang membuat tubuhnya sekarang ini luka-luka. Kalau diikat itu baru saja, karena inisiatif kita. Karena Donna sendiri yang minta. Katanya kalau tidak diikat dia bisa menampar-nampar dirinya sendiri," tambah Redi.



Reporter : Ahmad Riyadi/Klik Balikpapan    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0