23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sopir Kena Serangan Jantung, Minibus Badak LNG Seruduk Tugu Pipa


Sopir Kena Serangan Jantung, Minibus Badak LNG Seruduk Tugu Pipa
Korban kecelakaan minibus Badak LNG

BUNYI sirine peringatan yang memecah keheningan, sontak mengejutkan seluruh karyawan maupun warga yang bermukim tak jauh dari kawasan Badak LNG. Tiga akses keluar masuk yang dijaga beberapa security mendadak ditutup. Sejumlah pengendara yang melintas disekitar Rumah Sakit LNG Badak terpaksa dibekukan.

Tepat pada pukul 08.30 Wita, sebuah minibus yang membawa 8 orang menabrak tugu pipa, diduga pengemudi mengalami serangan jantung.

Emergency Drill

Dari pantauan Klik Bontang di lokasi kejadian, dua orang petugas sekuriti langsung berlari ke arah bus bercat biru putih tersebut. Sementara seorang lagi berusaha menjaga pengguna jalan yang mulai mengular di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Emergency Drill

Sembari menunggu tim medikal dan FRT tiba, satu persatu tamu yang baru saja tiba di Kota Taman itu dievakuasi. Tujuh korban yang sudah berhasil dikeluarkan, meski mengalami luka dibeberapa bagian tubuh, mereka terlihat masih sadarkan diri dengan raut wajah menahan sakit. Sementara, pengemudi yang membawa mereka sudah tak sadarkan diri.

Emergency DrillEmergency Drill

Sekira tujuh menit, beberapa personel emergency team RS LNG Badak tiba dan langsung menangani korban. Petugas beseragam putih ini langsung mengeluarkan beberapa obat-obatan dari tas merah yang ditentengnya, memberikan pertolongan pertama pada korban. Tampak dua orang korban mengalami luka berat dibagian kaki dan leher.

Saat jarum jam mengarah ke pukul 08.40 Wita, suara teriakan emergency kembali terdengar dari handy talky (HT) yang digenggam petugas jaga pos. Sekuriti menginformasikan ada kebocoran gas besar di 21-C-2C Plant 21.

Informasi yang dihimpun, kebocoran gas dan HC Condensate terjadi di bottom outlet flange 21-C-2C. Diperkirakan adanya spark di titik kebocoran, sehingga memicu kebakaran di area tersebut.

Sementara sirine peringatan terus saja memekik, FRT yang dipimpin Emergency Commander Plant Related berupaya menilai situasi seraya melakukan pengamanan di objek vital tersebut. Setelah melakukan penyisiran di area Plant 21, ternyata petugas menemukan seorang pekerja menjadi korban kebocoran gas tersebut. Petugas medik kembali bergerak cepat menolong korban yang bernama Abu Nawas.  

Emergency DrillEmergency Drill

Di lokasi berbeda, dari ruang Management Emergency Control Center (MECC), Direktur RS LNG Badak menginformasikan detil korban kecelakaan minibus yang terjadi di simpang tiga tugu pipa.

Emergency Drill

Pria yang mengemudikan minibus tersebut dinyatakan meninggal dunia. Sementara 2 orang mengalami luka berat, dan 4 orang lainnya luka ringan. Sementara, Abu Nawas meregang nyawa dalam insiden kebocoran gas di Plant 21.

Sekira pukul 09.35 Wita, Emergency Commander dari masing-masing lokasi menyatakan kondisi berhasil ditangani dan kembali aman.

Emergency Drill

Ya, seperti itulah rangkuman skenario Emergency Drill yang digelar, Rabu, 2 Maret 2016 kemarin.

Kepada Klik Bontang, Director & COO Badak LNG, Yhenda Permana menuturkan simulasi keadaan darurat seperti itu memang dilakukan secara berkala, dengan tema berbeda-beda. Tujuannya, untuk menguji kesiapan seluruh personel menghadapi keadaan darurat, yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan.

Emergency Drill

Emergency drill kali ini, kami mencoba dengan dua kejadian di lokasi yang berbeda. Pertama, mass transport accident atau kecelakaan transportasi, disusul dengan adanya kebocoran gas di Plant 21,” terang Yhenda.

Dari simulasi tersebut, ia bisa mengevaluasi kesigapan personelnya menghadapi situasi darurat untuk meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan di BadaK LNG

“Secara keseluruhan, semuanya ditangani sesuai prosedur. Penanganannya juga dilakukan dengan cepat,” ujarnya.(Srv)

Reporter : Nur Aisyah Nawir    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0