21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Kerjakan Rusunawa, Kontraktor Mengaku Rugi Rp 3 Miliar


Kerjakan Rusunawa, Kontraktor Mengaku Rugi Rp 3 Miliar
Kontraktor Rusunawa menjelaskan kondisi terkini progres pembangunan kepada Walikota Neni dan Wawali Basri saat sidak, Kamis, 24 Maret 2016. (FOTO: KLIKBONTANG/FANNY)

KLIKBONTANG- Proyek pengerjaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, membuat PT Java Perkasa, Kontraktor Pelaksana rugi sebesar Rp 3 miliar. Hal itu sebagai buntut kesiapan lahan yang terlambat rampung hingga penggunaan alat berat di luar Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Pengakuan itu disampaikan langsung Agus Johan, Manager Proyek PT Java Perkasa, melalui Calvin, Humas PT Java Perkasa. Setelah dihitung, dari anggaran sebesar Rp 32 miliar yang tersedia, bersih yang digunakan membangun Rp 28 miliar setelah dipotong pajak.

Kerugian dalam membangun proyek dengan skema twin block tersebut juga disebabkan penggunaan alat berat berupa eksavator yang menelan dana sekira Rp 1 miliar lebih. Padahal dalam RAB, tidak ada anggaran untuk penggunaan eksavator.

“Kami sudah rugi sekira 3 miliar lebih. Kondisi tanah membuat kami dipaksa untuk memakai eksavator,” jelasnya kepada Klik Bontang usai inspeksi mendadak (sidak) Walikota dan Wakil Walikota Bontang ke proyek tersebut, Kamis, 24 Maret 2016.

Bukan hanya itu, pembengkakan anggaran itu dipicu oleh ketidaksiapan lahan oleh Pemkot Bontang. Sehingga, aktivitas pembangunan baru dilakukan 6 bulan sejak kontrak.

"Kami baru mulai bekerja 6 bulan sejak kontrak. Belum lagi, di tengah perjalanan, sering hujan. Karena itu pekerjaan molor.  Apalagi sebelum ditimbun, daerah tersebut adalah rawa dengan kedalaman 3 hingga 4 meter. Jadi butuh kerja keras," beber dia.

Sementara mengenai halaman Rusunawa yang akan ditanami pohon, diakui Agus bisa diselesaikan dalam sehari.

"Untuk halaman rusunawa, bisa kami rapikan. Untuk ini pun, tidak ada dalam RAB. Yang jadi tugas kami hanya gedung.  Tapi karena tanggung jawab, maka kami siap. Anggaran dibutuhkan sekira Rp 20 juta untuk sewa alat berat," tutupnya. (*)

Reporter : Imran Ibnu    Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0