19 September 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Sisi Lain Perayaan Nyepi di Bontang; Melepas Sesaji ke Laut


Sisi Lain Perayaan Nyepi di Bontang; Melepas Sesaji ke Laut
Suasana Melasti di pelabuhan Tanjung Laut. (Foto: Andi Zachril)

KLIKBONTANG - Malam baru saja beranjak Rabu (18/3/2015) lalu. Semilir angin sayup menerpa di ujung pelabuhan Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. Ratusan orang duduk tepekur, memejamkan mata, dan berserah diri kepada Ia sang pencipta.

Asana atau duduk bersila dilakukan laki-laki. Para perempuan duduk bersimpuh. Tirta dipercikkan sebelum memulai puja. Mereka menggosokkan tangan, mendengarkan aba-aba untuk memulai puja. Kedua tangan diangkat sejajar ubun-ubun. Doa-doa dan genta mengalun di sela suara ombak dan desir angin laut.

Sekelbat kemudian, pelbagai sesaji dilepas ke laut. Dengan menggunakan speedboat, sejumlah sesaji itu dilarung ke laut.

Momen ini terekam saat umat Hindu melakukan Melasti jelang Hari Raya Nyepi. Arak-arakan umat Hindu dengan pakaian serba putih, ramai membawa sesaji. Parade gamelan, alat-alat sakral, umbul-umbul terlihat semarak. Sebelum tiba di pelabuhan Tanjung Limay, Pura Buana Agung di Jalan Cut Nyak Dhien menjadi pusat sembahyang umat Hindu. Di sana, mereka memanjatkan doa. Saat menuju pelabuhan Tanjung Laut, mereka dikawal satuan polisi lalu lintas dari Polres Bontang. Arak-arakan ini kontan menjadi perhatian.

Tuntas dengan semua itu, mereka kembali berkemas dan berjalan kaki lagi menuju pura. "Hal ini memperlihatkan dan menjadi simbol umat Hindu. Dalam arti berangkat bersama dan pulang pun bersama. Hal lain juga bisa dimaknakan sebagai simbol kebersamaan," kata Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WDHI) Nyoman Ayu Suratnasih. (jm1)

Reporter : Andi Zachril    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0