22 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Dia Drummer Baru Killing Me Inside dari Bontang


Ini Dia Drummer Baru Killing Me Inside dari Bontang
Putra Pra Ramadhan a.k.a. Putceh (kedua dari kiri) bersama personel Killing Me Inside. (Foto: Official Killing Me Inside for klikbontang)

Fei, kontributor klikbontang, Jakarta

KLIKBONTANG - Killing Me Inside adalah sebuah band ibukota yang mengusung genre musik Emo/Post-Hardcore atau dikenal sebagai genre musik Modern Rock. Album baru mereka dirilis November 2014 dengan tajuk ReBirth dengan Young Blood sebagai track jagoannya. Album ini berkisah tentang cinta, persahabatan, bahkan konstelasi politik.

Killing Me Inside berani menyuguhkan satu tema baru yang menyerempet ranah politik yang menurut mereka penuh dengan kepalsuan. Ya, Young Blood memang menceritakan kemuakan kaum muda pada karut marut dunia perpolitikan Tanah Air. Lalu, selain album keempat, track-track dengan tema variatif, apa yang istimewa dari band ini?

Magnetnya tentu saja ada pada diri Putra Pra Ramadhan atau populer dengan panggilan Putceh. Pria gondrong berparas tampan ini adalah penggebuk drum anyar di Killing Me Inside Band. Putceh lahir di Banda Aceh 13 Maret 24 tahun silam.

Walau lahir di Tanah Rencong, Putceh juga merupakan putra Bontang. Lantaran sang ayah bekerja di PT Pupuk Kaltim (PKT) Bontang, Putceh hijrah ke Kota Taman saat masih duduk di bangku SMP.

Sempat mengenyam pendidikan di SMP YPK, lalu pindah ke SMP Tunas Inti, dan menyelesaikan pendidikan di SMK Putra Bangsa, Putceh hijrah ke Jakarta pada 2010 untuk melanjutkan sekolah musik di Farabi. Walau hanya menetap di Bontang dalam kurun waktu 6 tahun, Putceh sempat bergabung di Marching Band Bontang Pupuk Kaltim (MBBPKT) sebagai pemain perkusi.

Dari sinilah cowok berzodiak Pisces ini mengasah kemampuannya sebagai pemain drum. Lepas dari MBBPKT pada 2009 dan memutuskan mengasah skill sebagai drummer player di Farabi, Putceh akhirnya meretas jalan lebar masuk ke industri musik Indonesia secara profesional. Berikut petikan wawancara Fei, kontributor klikbontang di Jakarta dengan Putceh.


Klikbontang: Bagaimana ceritanya bisa menjadi member di Killing Me Inside?
Putceh: Sebetulnya tawaran sebagai drummer di Killms awalnya mengarah pada teman saya di Farabi, tapi ditolak karena saat itu dia akan menikah. Lalu teman lain yang ditawari harus pindah ke Jogja untuk kuliah, maka tawaran itu kemudian menghampiri saya dan langsung saya sabet karena genre musik mereka sama persis dengan genre musik yang saya mainkan. Anyway Killms itu singkatan dari Killing Me Inside.

Klikbontang: Well, kalau jodoh memang enggak lari kemana. Prosesnya hanya sesingkat itu?
Putceh: Memang enggak terlalu bertele-tele. Tawarannya datang di siang hari, kemudian semalaman suntuk saya coba untuk ngulik lagu-lagunya dari CD yang saya beli. Besoknya diajak latihan dan langsung bisa melebur sama mereka. Dua hari kemudian langsung ikut tur sama Killing Me Inside as additional player karena disaat bersamaan drummer Killms sebelumnya hengkang menjelang rangkaian tur dimulai. Lucky me.

Klikbontang: Berapa lama jadi additional player?
Putceh: Cukup lama. Saya gabung di Killms tahun 2011 dengan status additional karena saat itu konsep Killms cuma bertiga, lalu benar-benar jadi official player di tahun 2014 karena Killms kembali dengan formasi 5 orang.

Klikbontang: Jadi enggak sesederhana ketika proses perkenalan sampai akhirnya betul-betul menyatu..
Putceh: Yes..

Klikbontang: Ngobrolin soal album ke 4 yang release tahun lalu, seberapa jauh peran kamu disana?
Putceh: Jadi, materi musik Killms yang November lalu release sejujurnya sudah ada sejak saya masih berstatus additional player. Lalu setelah terjadi perombakan dan Killms hire vocalis baru, materi album digodok lagi dan saya ngulik materi lagu yang sudah ada. And finally it was release in November, last year.

Klikbontang: Rasanya enggak afdol kalau enggak tanya ini..
Putceh: Soal asmara? Ha ha ha..

Klikbontang: Siapa musisi yang banyak kasih influence dalam bermusik?
Putceh: Papa punya pengaruh kuat, papa itu juga pemain musik.

Klikbontang: Drummer juga?
Putceh: Totally wrong, ha ha ha. Papa itu pianis, main genre klasik dan jazz. Dan untuk musisi luar negeri ada Joy Jordison dan Akira Jimbo.

Klikbontang: Oke, the last one; anak Band, fans, freedom, free sex, drugs. So what you say?
Putceh: "Tajam ya pertanyaan penutupnya, ha ha ha. But well, itu semua hal-hal yang sudah terlanjur disematkan pada anak-anak band. Dan buat saya, itu semua pilihan.

Klikbontang: Lalu?
Putceh: Saya memilih enggak, No free sex, no alcohol, no drugs, no smooke. Fyi semua member Kill Me Inside bukan perokok.

Klikbontang: Sedikit tips untuk anak-anak Bontang yang juga ingin berkarier di industri musik profesional..
Putceh: Jangan pernah takut memilih untuk hidup sebagai musisi.

Klikbontang: That sounds so good buddy..
Putceh: Ya harus gitu. Kalau mau bisa berenang harus nyebur ke kolam. Cuma duduk di pinggir kolam sambil basah-basahin kaki enggak akan membuat bisa berenang. (jm13)

Reporter : M Andrian    Editor : Qadlie Fachruddin



Comments

comments


Komentar: 0