21 November 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Bontang Darurat DBD, Yuk Kenali Gejala dan Tipsnya dari dr Yunita


Bontang Darurat DBD, Yuk Kenali Gejala dan Tipsnya dari dr Yunita
dr Yunita. (DOK/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM – Sejak tiga pekan terakhir, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi teror menakutkan bagi masyarakat Kota Bontang. Penyakit yang diakibatkan virus dengue dari Nyamuk jenis Aedes Aegypty ini, sedikitnya telah membunuh 8 jiwa.

Menurut dr Yunita, dokter bagian pelayanan medis RS Amalia Bontang, penyakit DBD masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Indonesia. Tercatat, data yang diperoleh dari Kementerian kesehatan pada tahun 2013, dari 103.649 jiwa masyarakat yang terkena DBD 754 diantaranya meninggal.

Untuk di Bontang sediri dia belum mengetahui angka pasti seberapa besar pasien penderita DBD dan jumlah pasien yang meninggal. “Saat ini Dinas Kesehatan (Diskes) sedang mendata jumlahnya pasien penderita DBD di bulan ini, silahkan di konfirmasi langsung,” ungkapnya saat ditemui awak klikbontang.com, Kamis, 25 Agustus 2016.

Pencegahan DBD kata dia tak bisa dianggap sepele, terlebih penyebarannya sudah mencakup seluruh lokasi di Kota Bontang. Sehingga, tidak ada lagi daerah endemik DBD di Bontang. Oleh karenanya, diperlukan kewaspadaan dan kesadaran seluruh komponen masyarakat.

Dia menyebut, beberapa gejala yang harus diketahui sebagai tanda-tanda awal indikasi seseorang terkena DBD antara lain, Demam yang berkepanjangan selama 2-7 hari, suhu diatas 37,5 derajat celcius, ruam atau bintik-bintik merah dikulit, mimisan, gusi berdarah, muntah yang disertai darah, nyeri di kepala, sendi terasa sakit, dan perut yang mengalami rasa sakit.

“Selain itu, pilek dan batuk saat ini juga menjadi tanda-tanda awal dari DBD,” ungkapnya.

Selain gejala, dia juga menyebutkan 3 faktor penyebab seseorang dapat dengan mudah terserang DBD. Pertama, Sanitasi lingkungan yang kurang baik, pada kondisi seperti ini sampah di parit jangan dibiarkan menumpuk. Pasalnya, lingkungan yang kotor dapat dengan mudah ditinggali nyamuk untuk berkembang biak.



Reporter : Ahmad Nugraha    Editor : Suriadi Said



Comments

comments


Komentar: 0