22 September 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Ini Fakta Mencengangkan soal Pedagang Pakaian Bekas Impor di Bontang


Ini Fakta Mencengangkan soal Pedagang Pakaian  Bekas Impor di Bontang
(Foto: Ist)

KLIKBONTANG - Dinas Perindustrian, Perdagangan,  Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kaltim melansir kabar mengejutkan. Dikutip dari laman resmi Disperindagkop dan UMKM Kaltim, pedagang pakaian bekas impor di Bontang disebut tidak memiliki izin usaha. Pada Senin (9/3/2015) hingga Rabu (11/3/2015) lalu, Disperindagkop dan UMKM Kaltim melakukan pengawasan di sejumlah retail dan pedagang grosir pakaian bekas impor di Kota Taman. Apa saja hasilnya?

 

Tak Berizin

Para pedagang pakaian bekas impor itu tidak memiliki izin atau legalitas resmi. Sebut saja seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Tempat  Usaha (SITU), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dari hasil pengawasan itu pula diketahui,rata-rata pedagang pakaian bekas impor di Bontang ini sudah berbisnis sejak 3 hingga 20 tahun.

Dari Malaysia

Pakaian bekas impor yang dijual pedagang di Bontang ternyata pakaian bekas dari Malaysia. Pedagang mendapat pasokan dari pedagang grosir di Samarinda. Sementara pedagang grosir Samarinda mendapat pasokan barang dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ditelisik lebih jauh, sebagian besar pedagang enggan menginformasikan nama dan alamat pemasok atau distributor pakaian bekas impor itu ke Bontang. Mereka beralasan, pakaian bekas impor tersebut langsung diantar ke masing-masing kios.

Sebulan Laku 10 Koli

Dalam rilis resmi Disperindagkop dan UMKM Kaltim, volume pembelian pedagang pakaian bekas impor di Bontang cukup tinggi. Dalam sebulan saja, pakaian bekas impor yang laku mencapai 10 koli (ukuran barang bagasi/pengirimanm Red.). Sementara omzet penjualan per harinya sekira Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta. (jm13)

Reporter : M Andrian    Editor : Dasrun Darwis



Comments

comments


Komentar: 0