14 Desember 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

OPINI: Jangan Alergi dengan Defisit Anggaran!


OPINI: Jangan Alergi dengan Defisit Anggaran!
Suriadi Said, General Manager sekaligus Pimpinan Redaksi KlikBontang.com

OBROLAN santai saya dengan salah satu bos besar salah satu bank swasta terkemuka beberapa pekan lalu sungguh menarik. Dia mengaku pihaknya belum mau menargetkan dana amnesti pajak yang akan dijaring. Ini kebijakan baru, katanya, yang belum ada sebelumnya. Pihaknya belum memiliki pengalaman sehingga tidak bisa memprediksi berapa banyak yang bisa dijaring bank swasta tersebut.

Meski begitu, kata dia, Agustus–September menjadi bulan menentukan. Sebab, jika hingga September ini dana amnesti pajak bisa terkumpul sekitar Rp100 triliun, target Rp165 triliun hingga akhir tahun kemungkinan bisa dicapai.

Nah, saat ini Pemerintah memang berencana memakai dana pengampunan pajak yang terkumpul tahun ini untuk menambal defisit APBN 2016. Sejak disusun, APBN 2016 memang sudah dirancang defisit. Tapi sayangnya, kondisi ekonomi, baik global maupun lokal, terus melempem bak kerupuk diterpa angin. Salah satu andalan pendapatan negara yakni pajak diyakini bakal meleset dari target. Tidak tangung-tangung melesetnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan shortfall (kekurangan) penerimaan pajak sekitar Rp219 triliun pada akhir tahun.

Dari data APBNP 2016, target penerimaan perpajakan dipatok sebesar Rp1.539,2 triliun. Shortfall yang akan dicapai tahun ini diperkirakan meleset 14 persen lebih rendah dari yang dipatok di APBNP 2016. Itu artinya, jika pun dana amnesti pajak tahun ini bisa mencapai target, niscaya tidak akan mampu menambal kekurangan APBN. Sri Mulyani, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, itu pun langsung bermanuver dua hari setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan 1 Agustus 2016 silam. Sri mengumumkan pemerintah terpaksa memangkas anggaran yang ada pada APBNP 2016 sebesar Rp133,8 triliun. Perinciannya, anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) dipangkas Rp65 triliun, sedangkan dana transfer ke daerah dikurangi Rp68,8 triliun.



Reporter :     Editor : Imran Ibnu



Comments

comments


Komentar: 0