Banjir Rob di Bontang Kuala, Lurah Usul Jalan Ditinggikan

Advertorial - Fanny
03 September 2020
Banjir Rob di Bontang Kuala, Lurah Usul Jalan Ditinggikan Lurah Bontang Kuala, Rony Apriansyah meminta agar ruas jalan utama di Bontang Kuala ditinggikan untuk hindari banjir Rob.

KLIKBONTANG.COM -- Lurah Bontang Kuala, Roni Apriansyah mengapresiasi, kunjungan Komisi III DPRD Bontang pada Senin(30/8/2020).

Kunjungan ini untuk meninjau akses jalan menuju Bontang Kuala (BK). Diketahui, median jalan seperti trotoar yang ada di BK telah banyak yang rusak dikarenakan sering terjadinya banjir rob.

"Saya selaku perwakilan warga BK mengucapkan rasa terimakasih atas kunjungan Komisi III DPRD Bontang," ujarnya saat ditemui dilokasi.

Wilayah di BK yang kerap direndam banjir rob tepatnya di RT. 18. Walaupun Kota Bontang sedang tidak memasuki pada musim penghujan tetap saja banjir selalu merendam akses jalan satu-satunya untuk menuju BK jika melewati jalur darat.

"Jadi, pada setiap bulan. Hujan gak hujan pasti banjir bisa satu sampai dua kali dalam sebulan," akuinya.

"Selalu jadi keluhan warga," sambung Rony.

Menurutnya, kondisi itu menggangu aktivitas masyarakat baik yang dari arah BK yang ingin keluar dan sebaliknya.

Apalagi, banjir mulai dari dini hari hingga pagi. Rony pun berharap dengan turunnya Komisi III DPRD Bontang meninjau jalan menuju BK, agar secepatnya jalan tersebut mendapatkan perbaikan seperti peninggian jalan.

"Permintaan kami simple. Kami hanya minta jalanan ini ditinggikan. Biasa banjir dari subuh sampai sekira jam 8 sampai 9 pagi," tandasnya.

Dijelaskannya, dari pihak PUPRK Bontang telah menyampaikan, untuk Jalan Piere Tendean bukannya pemerintah enggan melakukan perbaikan trotoar dan peninggian namun jalan tersebut masuk dalam aset nasional sehingga menjadi kewenagan pusat baik dari sisi pemeliharaan maupun perbaikan.

“Setiap tahunnya selalu kami masukan dalam musrembang. Baik dari tingkat RT hingga tingkat Kecamatan. Namun ya, tetap tidak pernah terealisasi karena jalan ini masuk ranah pusat,” ungkapnya.

“Alternatif warga ya lewat trotoar jalan makanya trotoar pada rusak. Karena jika kendaraan seperti motor dipaksa melewati banjir maka motor pasti rusak karenakan air asin bukan air tawar,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR