89 Kasus, Loktuan Daerah Tertinggi Penderita DBD di Bontang

Dinkes Bontang - Safril D
17 September 2019
89 Kasus, Loktuan Daerah Tertinggi Penderita DBD di Bontang Kepala Puskesmas Bontang Utara 2, Zulfadliansyah
KLIKBONTANG -- Tingginya penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Loktuan  menjadi perhatian khusus bagi Puskesmas Bontang Utara 2. Sejak Januari Hingga Agustus 2019 angka penderita DBD di Loktua mencapai 89 orang.
 
Kepala Puskesmas Bontang Utara 2, Zulfadliansyah menjelaskan, lonjakan kenaikan penderita DBD terjadi sejak Juni dimana angka penderita DBD dari 13 orang menjadi  29 orang di bulan Juli.  Dengan jumlah 89 secara keseluruhan Loktuan menempati peringkat pertama penderita DBD di Bontang.
 
Zulfadliansyah menuturkan bahwa tingginya angka demam berdarah di Loktuan disebabkan karena di bulan Juli intensitas hujan cukup tinggi, sehingga potensi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor pembawa penyakit demam berdarah juga tinggi.
 
Sebagai upaya pencegahan, pihak Puskesmas Bontang Utara 2 secara aktif dan terus menerus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman Demam Berdarah yang telah menelan korban jiwa melalui gerakan 3M plus tanpa henti, yakni abatisasi, kerja bakti gotong royong tingkat RT serta menunjuk satu orang setiap rumah untuk berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
 
\"Sebagai bentuk tindak lanjut penanganan KLB DBD di kota Bontang dan dari hasil sampling pemantauan jentik maka saat ini setiap kelurahan dan RT telah disiapkan bubuk abate yang dapat diambil di Posko DBD untuk didistribusikan ke warga,\" kata Zulfadliansyah saat di temui di kantornya di Puskesmas Bontang Utara 2, kelurahan Belimbing, Bontang Utara, Selasa (17/9/2019).
 
Berdasarkan hasil rapid survei tim kementerian kesehatan, angka bebas jentik di Kota Taman ini masih berada pada angkat 60 persen, artinya dari 100 rumah masih ada 40 rumah yang berjentik.  Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut.
 
\"Selama angka bebas jentik masih di bawah 95 persen, kasus DBD masih akan terus ada,\" kata Zulfadliansayah.
 
TINGGALKAN KOMENTAR