Angka DBD Meningkat, Diskes Bontang Bakal Gelar Fogging Massal 15-28 September 2019

Dinkes Bontang - Fitri Wahyuningsih
13 September 2019
Angka DBD Meningkat, Diskes Bontang Bakal Gelar Fogging Massal 15-28 September 2019 ilustrasi nyamuk menggigit kulit

KLIKBONTANG -- Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang segera menindaklanjuti instruksi Wali Kota Bontang perihal penanganan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang merebak di Kota Taman.

Usai menggelar rapat lanjutan penanganan DBD bersama camat, lurah, Forum Komunikasi Kota Sehat (Forkohat), rumah sakit (RS), puskesmas, dan perusahaan, di aula Autis Center pada Jumat (13/9/2019) siang. Ditetapkan bahwa pada 15-28 September mendatang bakal digelar fogging massal serentak Se-Bontang.
 
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Diskes Bontang, Adi Permana menjelaskan, fogging massal ini akan dilakukan dalam dua siklus. Terbagi dua interval dalam sepekan.
 
Pertama pada 15-27 September 2019. Kedua, 21-28 September 2019. Fogging dibagi dalam dua sesi lantaran mengikuti siklus hidup nyamuk agar fogging lebih efektif. Masa hidup nyamuk sendiri biasanya 7-10 hari, mulai dari jentik hingga menjadi nyamuk.
 
\"Makanya kami buat jadi dua siklus,\" jelasnya.
 
Siklus pertama nanti akan diikuti dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak se-kota Bontang, dan larvasida. Sementara  Siklus kedua untuk mengeliminasi kalau-kalau masih ada jentik nyamuk tersisa.
 
Nantinya dalam kegiatan ini, selain melibatkan lintas sektor yang telibat langsung dalam penanggulangan kesehatan masyarakat, seperti Dinkes, Puskesmas, Kecamtan, dan Kelurahan. Juga akan menggandeng perusahaan. Ini dilakukan lantaran sumber daya manusia (SDM) Dinkese sendiri  masih sangat terbatas. Selain itu, perusahaan didorong untuk bertanggungjawab masalah fogging untuk areal sekitar pabrik dan daerah penyangga terdekat (Bufferzone).
 
\"Iya, perusahaan juga kami gandeng. Karena jujur saja sumber daya kita (SDM Dinkes) sangat  terbatas,\" akunya.
 
DBD BELUM DITETAPKAN SEBAGAI KEJADIAN LUAR BIASA DI BONTANG
 
Per 22 Agustus 2019, tercatat 547 kasus DBD terjadi di Bontang, yang tiga diantaranya berujung kematian. Angka ini terungkap kala rapat koordinasi penanganan DBD yang dihelat di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Selasa (10/9/2019) lalu.
 
Adi Permana, mengakui memang terjadi peningkatan signifikan kasus DBD 2019 ini. Bila dibanding dua tahun sebelumnya (2017-2018,red). Sebagai catatan, pada 2017 lalu kasus DBD terjadi di Bontang berjumlah 133 kasus, sementara di 2018 terdapat 269 kasus.
 
\"Betul, di tahun ini memang terjadi peningkatan cukup signifikan untuk kasus DBD,\"akunya.
 
Kendati kasus DBD di tahun ini meningkat tajam, namun Adi mengaku belum berani menyebut ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). \"Kalau itu (KLB) yang tetapkan pemerintah,\" ungkapnya.
 
Meninjau jumlah kasus demikian tinggi, maka Bontang didorong segera mengambil tindakan cepat. Sebab bila tidak, dikhawatirkan kasus DBD bakal terus merebak. Barang tentu, hal ini tidak diinginkan.
 
\"Takutnya nanti kalau musim penghujan diantara November-Desember, kasus ini (DBD) meledak lagi. Tentu kita tidak inginkan itu,\" bebernya.
 
Melalui fogging massal ini, Adi Permana juga berharap keterlibatan aktif masyarakat. Ketika nantinya fogging digelar, masyarakat kooperatif. Turut ikut dalam bersih-bersih yang rencannya bakal semakin digalakkan.
 
\"Kami harap masyarakat juga terlibat dalam Pemberantasan DBD. Minimal, jaga kebersihan rumah dan lingkungan. Serta terapkan 3M,\" tandasnya.
TINGGALKAN KOMENTAR