Soal Rumah Warga yang Retak, DPRD Bontang Sebut Pemkot Lalai Dalam Pengawasan

DPRD Bontang - Feina Fajar
22 Juli 2019
 Soal Rumah Warga yang Retak, DPRD Bontang Sebut Pemkot Lalai Dalam Pengawasan Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang (batik) meninjau lokasi dua rumah amblas di Kelurahan Tanjung Laut Indah pada Senin (22/7/2019) sore. Ia meminta agar pemerintah menegakan aturan namun tetap mengedepankam musyawarah mufakat.

KLIKBONTANG.com -- Temuan dua rumah warga amblas di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan dinilai lantaran Pemkot Bontang lalai dalam memonitoring dan penindakan di lapangan. Hal ini disampaikan, Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang saat meninjau lokasi dua rumah amblas di Jalan Belanak, RT 21, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur pada Senin (22/7/2019).

Tiar-begitu sapaan akrabnya mengatakan kasus ini akibat adanya sistem di pemerintah yang belum berjalan.Menurutnya, OPD terkait tak optimal dalam pengawasan aktivitas konstruksi rumah-rumah warga di lapangan.

“Mulai dari usulan, pengawasan dan penindakan atas pelanggaran di lapangan sepertinya luput dikerjakan,” ujarnya.

Politisi Nasdem ini meminta agar pemerintah mengambil langkah persuasif untuk menyelesaikan masalah 2 rumah amblas di Tanjung Laut Indah, Kota Bontang. Menurutnya, upaya mediasi antara kedua belah pihak harus dilakukan. Pemerintah wajib memfasilitasi keduanya agar duduk bersama mencari solusi alternatif terkait masalah tersebut.

“Karena bangunan sudah berdiri, harus ditindaklanjuti dengan membangun komunikasi bersama,” ujarnya.

Sedangkan, bagi pemilik rumah beton diminta untuk mematuhi aturan yang berlaku.Permasalahan yang muncul akibat kegiatan kontruksi yang dilakukan harus dilakukan denga bijak.

“Cari win-win solution antara keduanya, karena semuanya warga kita. Benar, aturan harus ditegakan namun tetap mempertimbangkan aspek lainnya,” ungkapnya.

Pun begitu, kasus ini menjadi catatan bagi OPD terkait agar lebih meningkatkan kerja-kerja pengawasan dan penindakan di lapangan. Warga di RT 25 Bontang, tak jauh dari lokasi temuan rumah amblas, Andi Somba mengatakan kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, insiden rumah amblas di sekitar Kelurahan Tanjung Laut Indah (Rawa Indah) kerap terjadi apabila ada pembangunan rumah dua lantai atau lebih.

“Banyak kejadian begitu, di rumah saya juga begitu (amblas) karena membangun rumah lantai tiga di sebelah,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah mengimbau masyarakat setempat agar membangun rumah tak lebih dari 2 lantai. Sebab, kata dia, struktur tanah di sekitar wilayah ini sangat labil. Rumah Tetangga Sudah Retak Sebelumnya.


Pemilik rumah dua lantai di jalan Belanak, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Koesnaningsih (75) mengatakan kondisi rumah retak yang dialami tetangganya sudah terjadi sebelum rumahnya berdiri. Koesnaningsih melalui anak sulungnya mengatakan aktivitas pembangunan di lahan miliknya dilakukan tanpa melibatkan alat berat. Di samping itu, ia menilai pembangunan rumah beton lantai dua miliknya berdiri di atas lahan pribadi. “Salahkah kalau saya membangun di atas tanah saya sendiri,” ujar Koesnaningsih.

Dijelaskan, aktivitas pembangunan dilakukan sekitar Maret tahun lalu. Saat pekerjaan di lakukan, rumah Muslimin sudah terlihat tanda-tanda retak dibagian tembok. Menurutnya, pembangunan rumah tetangga kiri-kanan (Muslimin dan Jusmiah) dilakukan memang berbatasan dengan patok lahan miliknya. Maka, alasan rumah miliknya jadi penyebab keretakan dibantah. Ia meluruskan, rumah Muslimin pernah diprotes lantaran pembuangan air dari atap rumahnya masuk ke dalam tanah miliknya. Saat pengerjaan bangunan, ia pernah meminta agar pembuangan atap tak langsung ke lokasinya.

Hanya saja, kala itu, tetangga justru meminta agar membangun jauh-jauh dari rumahnya. “Tolong diluruskan, jadi talang rumah tetangga yang masuk ke rumah saya,” ujarnya.

Pun demikian, pihaknya mengaku bakal membantu rehab rumah miliki tetangganya. Namun, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tetangga. Bukan lantaran kesalaham yang ditimpakan kepadanya.

“Yah saya bakal bantu lah pak perbaiki sedikit-sedikit, tapi bukan karena kesalahan kami yah,” ujar dia. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR