14 Tahun, Warga RT 19 Gunung Elai jadi Langganan Banjir

DPRD Bontang - Suriansa
27 November 2017
14 Tahun, Warga RT 19 Gunung Elai jadi Langganan Banjir Rustam (jongkok) dan Suhadi inspeksi mendadak ke lingkungan RT 19 Gunung Elai, Senin, 27 November 2017. (FOTO: FANNY/KLIKBONTANG)

KLIKBONTANG.COM- Selama kurun 14 tahun kawasan pemukiman di RT 19, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang menjadi langganan banjir tiap musim penghujan. Bahkan pada banjir pekan lalu, tercatat 25 rumah milik warga terendam air setinggi 1 meter.

Ketua RT 19, Dera Gervasius mengatakan dirinya sudah beberapa kali mengusulkan ke pemerintah untuk segera mengantisipasi banjir yang selalu terjadi saat hujan. Namun, sejak usulan disampaikan pada  2003 lalu belum ada tindaklanjut dari pemerintah terkait masalah yang rutin dialami masyarakat setempat.

“Pokoknya setiap hujan pasti banjir di sini pak. Asalkan hujan saja sebentar sudah sampai lutut. Kalau yang kemarin itu bahkan 25 rumah warga saya yang terendam air 1 meter,” kata Dera kepada rombongan Komisi III DPRD Bontang saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di RT 19, Senin (27/11/2017) pagi.

Menurutnya, banjir yang terus terjadi di wilayahnya akibat drainase tidak berfungsi dengan normal. Pasalnya, elevasi drainase yang dibangun tak menyesuaikan dengan bibir sungai. Akibatnya, air tak mengalir hanya menumpuk di dalam parit.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan kepada Komisi III agar memperhatikan infrastruktur drainase milik warganya. Sehingga banjir yang selalu terjadi tiap hujan tiba dapat diminimalisir.

“Jadi kami minta bapak-bapak di DPRD ini untuk desak pemerintah supaya melakukan perbaikan drainase kami agar tidak banjir terus-terusan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Bontang, Rustam HS mengatakan segera menindaklanjuti temuan di lapangan ini. Pihaknya mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan drainase agar air tak terus menggenangi rumah warga tiap hujan.

Menurutnya, pemerintah semula mengira lokasi ini masuk dalam kawasan Yayasan Badak LNG. Sehingga alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di sini sulit untuk direalisasikan. Namun dari pantauan di lapangan, faktanya wilayah ini merupaka daerah adminstrasi Pemkot Bontang.

Dirinya pun meminta perhatian perusahaan PT Badak NGL yang notabene bertetangga langsung dengan kawasan ini. Menurutnya, tak selayaknya perusahaan menutup mata dengan kondisi yang dialami masyarakat sejak belasan tahun lalu.

“Ini kok bisa, bertetangga langsung dengan perusahaan tapi kok tidak diperhatikan sejak dulu,” tandas Rustam. KLIK JUGA: Faisal Geram Lihat Jalan dan Drainsae RT 19 Gunung Elai Buruk

Sekadar informasi, rombongan Sidak dipimpin Wakil Ketua DPRD Bontang, Faisal bersama ketua Komisi Rustam, Anggota Komisi III, Agus Suhadi, M Dahnial. Kunjungan ini lantaran adanya keluhan dari warga setempat atas kondisi wilayah mereka. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR