4 Anggotanya Alpa Tanda Tangan, Laporan Pansus Banjir Ditunda

DPRD Bontang - Ikwal Setiawan
14 November 2018
4 Anggotanya Alpa Tanda Tangan, Laporan Pansus Banjir Ditunda Ketua Pansus Banjir DPRD Bontang, Baktiar Wakkang.

KLIKBONTANG.com -- Lamat – lamat suara percakapan dari mikrofon terdengar dari lantai II Kantor Sekretariat DPRD Bontang sekitar pukul 16.35 Wita. Berderau dengan air hujan yang terus menitik dari atap gedung.

Suasana kantor senyap. Petugas cleaning service sudah bertolak pulang sejak satu jam lalu. Mereka membiarkan para anggota DPRD tetap ‘asik’ rapat kerja di ruangan. Wartawan ikut menyimak rapat yang molor dari jadwal ini. Seharusnya, rapat digelar saat pagi, namun ditunda dan baru digelar jelang petang, Selasa (13/11/2018).

Rencana rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan kerja Pansus Banjir selama tiga bulan ini bakal disampaikan. Namun harus diskorsing hingga pekan depan. Atas alasan tidak kuorum dan para anggota pansus belum meneken persetujuan.

“Anggotanya (pansus banjir) saja belum tanda tangan. Ini tidak bisa dilanjutkan,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris yang tak lama meninggalkan ruangan rapat.

Laporan kerja Pansus Banjir memang belum ditandatangani oleh 4 orang anggotanya, yakni Ridwan dari Fraksi ADPS, Kaharuddin Jafar dan Muslimin dari Fraksi Golkar,  serta Muhammad Dahnial dari Fraksi Gerindra.

Ketua Pansus Banjir, Bakhtiar Wakkang bersama 3 orang rekannya di dalam ruangan, Suhut Hariyanto, Yanri Dasa, Agus Suhadi tak mampu mendesak peserta rapat untuk tetap membacakan laporan kerja Pansus atas alasan tersebut. Akhirnya, pimpinan rapat, Faisal mengambil putusan untuk menskor rapat sampai Senin mendatang.

Terdapat 16 rekomendasi pansus untuk penanggulangan banjir yang akan disampaikan. Laporan ke internal DPRD ini  kemudian akan disampaikan pula ke Pemerintah Kota Bontang sebagai rujukan kebijakan mengurangi masalah banjir.

Pantauan Klikbontang, rapat paripurna ini pun tak kuorum. Sesuai  Tata Tertib (Tatib) DPRD nomor 1/2014 minimal peserta harus seperdua dari jumlah anggota DPRD Bontang atau 13 orang.

Mulanya, peserta rapat berjumlah 11 orang, diantaranya Faisal, Suhut Hariyanto, Bakhtiar Wakkang, Ubaya Bengawan, Yanri Dasa, Abdul Malik, Arif, Bilher Hutahean, Agus Suhadi, Agus Haris, Rusli.

Untuk memenuhi kuota kuorum, pimpinan rapat memanggil seluruh anggota DPRD Bontang. Tak lama berselang, Ketua DPRD Nursalam ikut bergabung bersama peserta rapat. Namun, kuorum juga tak terpenuhi, karena peserta Agus Haris dan Rusli yang sebelumnya mengikuti rapat Badan Musyawarah (Banmus) meninggalkan ruanga rapat.

Akibatnya, rapat paripurna tak dapat diteruskan akibat kuota kuorum tak terpenuhi. Diakhir, pimpinan rapat, meminta agar Sekretaris Dewan (Sekwan) benar-benar menyampaikan agenda rapat kepada seluruh anggota dewan.

“Tolong difasilitasi pak Sekwan, agar tidak ada lagi yang beralasan tidak dapat informasi soal rapat,” pungkas Faisal seraya mengetuk palu sidang. (INFORIAL)

TINGGALKAN KOMENTAR