Ada Pungutan di Sekolah, Dewan Minta Tindak Oknum Guru

DPRD Bontang - Ichwal Setiawan
04 Oktober 2017
Ada Pungutan di Sekolah, Dewan Minta Tindak Oknum Guru Ketua Fraksi Nasdem, Bakhtiar Wakkang menyampaikan adanya aduan ke Wakil Walikota, Basri Rase bahwa oknum guru melakukan pungutan liar di lingkungan sekolah. Selasa (3/10).

KLIKBONTANG.COM – Oknum guru di Sekolah Dasar Negeri 012 Bontang Selatan diduga lakukan pungutan kepada muridnya. Pungutan tersebut ditarik sebagai sanksi apabila murid tidak masuk sekolah. Informasi ini disampaikan, Ketua Fraksi Nasdem Bakhtiar Wakkang di dalam rapat Paripurna tentang Jawaban atas pemandangan Fraksi DPRD Bontang APBD-Perubahan, Selasa (4/10) kemarin.

Bakhtiar mengatakan, dirinya mendapat aduan dari salah satu orang tua murid di sekolah tersebut belum lama ini. Dirinya meminta pemerintah untuk menindak perilaku oknum guru tersebut.

“Saya baru saja dihubungi oleh salah satu orang tua murid SD Negeri 012 Bontang Selatan. Dia melapor ada oknum guru yang lakukan pungutan kepada siswanya yang tidak masuk sekolah,” kata Tiar-begitu akrab disapa dihadapan peserta rapat yang turut dihadiri Wakil Walikota Bontang, Basri Rase.

Selain pungutan liar, salah satu oknum guru tersebut juga melakukan kekerasan kepada anak muridnya.  Padahal di dalam aturan yang berlaku, setiap anak berhak mendapat perlindungan hukum dari segala bentuk aksi kekerasan.

“Tolong kalau bisa gurunya itu dipanggil dan dibina,” tandasnya.

Informasi yang diterima, pungutan ini dibebankan kepada murid yang tak masuk sekolah. Untuk denda 1 hari alpa mereka diminta uang sebesar Rp 5 ribu.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Basri langsung meminta Assiten 2, bidang Administrasi Pembangunan, Emlizar diminta segera mengklarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terkait laporan tersebut.

Apabila benar adanya, pihaknya meminta agar oknum tersebut diberikan pembinaan agar tertib dalam menjalankan marwah pendidikan.

“Pak Em (Emlizar) tolong klarifikasi itu, tanyakan ke Disdik. Panggil dia untuk menghadap,” tandas Basri.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 012 Bontang Selatan, Severinus Masa mengaku tidak mengetahui perihal laporan bahwa adanya praktik pungutan bagi siswa yang tak masuk sekolah maupun adanya kekerasan di lingkungan sekolahnya.

“Saya tidak tahu pak. Saya juga sempat ketemu Kasi Kurikulum, Badi ditanyakan juga soal ini. Kami tidak tahu tentang ini pak,” kata Severinus saat ditemui wartawan, Rabu (4/10).

Dirinya mengaku salah satu orang tua murid pernah memposting terkait pungutan itu ke media social. Hanya saja, setelah ingin ditelusuri postingan tersebut telah terhapus. Menurut dia, pihak sekolah tidak membenarkan adanya praktik pungutan tersebut.

Hingga kini, belum ada laporan resmi yang diterima dari pihak orang tua murid. Pun demikian, pihaknya bakal mengumpulkan seluruh guru di sekolah untuk menggali informasi ini.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR