DPRD Tindaklanjuti Aduan Warga Kabel Perusahaan Hambat Saluran Drainase

DPRD Bontang - Redaksi
19 Oktober 2020
DPRD Tindaklanjuti Aduan Warga Kabel Perusahaan Hambat Saluran Drainase Komisi III DPRD meninjau saluran drainase 4 titik di Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara. Saluran drainase warga dikeluhkan lantaran tumpukan kabel di badan parit.

KLIKBONTANG.com -- Komisi III DPRD Bontang meninjau drainase di 4 titik di Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara, Senin (19/10) pagi. Kunjungan dewan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi drainase di lingkungan mereka.
Kunjungan ini dipimpin Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina ditemani anggota komisinya serta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan.
Amir mengatakan, masyarakat mengadu bahwa wilayahnya kerap tergenang air. Kondisi kian parah saat hujan lebat di wilayahnya. Penyebabnya lantara saluran drainase mampet akibat penumpukan kabel perusahaan di badan parit.
Komisi yang mengurusi infrastruktur ini meninjau 4 RT diantaranya, di RT 41 Jalan Kapal Pinisi 7, RT 40 Jalan Masjid nurul Mutaqin, RT 40 Jalan Martadinata, RT 28 Jalan Slamet Riyadi Kelurahan Loktuan.
Ketua RT 40 Jalan Martadinata, Rusdin Sulaiman mengungkapkan, banyaknya sampah dan pipa perusahaan yang menyumbat drainase menjadi pemicu kerap terjadinya banjir.
"Banyak pipa Telkomsel, PDAM, dan perusahaan tersimpan di dalam drainase, harusnya pipa di tanam bukan di masukkan di jalur drainase. jadi sampah banyak tersumbat didalamnya," ujarnya.

Menurut warga banjir dengan ketinggian 50 cm yang kerap terjadi pun sering memakan korban jiwa.
"Banjir rob ditambah hujan lebat menjadikan jalan licin dan banyak warga jatuh kepeleset," ungkap Parti salah satu warga Loktuan.

Menanggapi aduan itu, Anggota Komisi III Abdul Malik menuturkan, akan memprioritaskan dan menindaklanjuti masalah tersebut dalam waktu dekat ini.
"Banjir yang kerap terjadi disini karena pipa-pipa banyak menyumbat drainase, nanti kita akan koordinasi dengan pihak terkait terkhusus perusahaan kami akan berkordinasi bagaimana mengatasi masalah ini sebagai solusi mengurangi banjir,"ujarnya.

Katanya, pemanfaatan badan parit sebagai wadah kabel tentu menggangu lalu lintas air. Fungsi utama parit mengelola air menjadi terhambat. Untuk itu, rencananya aduan warga bakal ditindaklanjuti dengan memanggil sejumlah pemilik kabel itu. (wa/adv)

TINGGALKAN KOMENTAR