Peminta Sumbangan Masjid Rawan Diselewengakan Oknum, Rustam Minta Perketat Pengawasan

DPRD Bontang - Redaksi
05 November 2020
Peminta Sumbangan Masjid Rawan Diselewengakan Oknum, Rustam Minta Perketat Pengawasan Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam HS

KLIKBONTANG.com -- Komisi II DPRD Menyoroti Oknum Minta-Minta Datangi Rumah-Rumah Warga
Bontang – Praktik sumbangan mengatasnamakan pembangunan masjid atau musala di lingkungan masyarakat mendapat sorotan dari DPRD Bontang.

Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam HS menilai, pemerintah harus menyikapi praktek-praktek minta sumbangan ke masayarakat atas nama pembangunan rumah ibadah.
Pasalnya, oknum-oknum tersebut berkeliling meminta iuran maupun sumbangan suka rela ke rumah-rumah warga. “Sudah berapa kali saya terima aduan itu dari masyarakat,” ujar Rustam kepada wartawan, Kamis (5/11).
Rustam menjelaskan, praktek tersebut sebenarnya sudah diatur di dalam regulasi. Mereka harus meminta izin dan mengantongi legalitas lengkap sebelum beraksi ke masyarakat.
Pun prakteknya di atur agar tak mengganggu kenyamanan dan keamanan di lingkungan masyarakat. “Tapi ini keliling-keliling dari rumah ke rumah, kita gak tahu lagi dimana masjid atau musalanya itu,” ungkapnya.
Pemerintah melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) harus sudah bergerak. Aduan ini bukan kali pertama ia terima, bahkan sudah acapkali para oknum peminta sumbangan ini diadukan oleh warga.

Pasalnya, kunjungan oknum ke rumah-rumah warga tersebut dianggap meresahkan masyarakat dan berpotensi digunakan sebagai kedok pencurian.
“Ini kan timbul pertanyaan juga di masyarakat. Apakah sumbangan yang diberikan itu akan sampai atau tidak. Betul-betul untuk pembangunan masjid musala, atau bukan,” ujar Rustam ditemui beberapa waktu lalu.
Kegiatan meminta sumbangan door to door, lanjutnya, sudah lama terjadi di Bontang. Politisi Partai Golkar itu pun mengaku kerap didatangi salah satu oknum yang meminta sumbangan untuk pembangunan musala maupun masjid.
“Seharusnya Dinas Sosial memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap aksi tersebut, soalnya sangat meresahkan masyarakat,” tegasnya. (wa/adv)

TINGGALKAN KOMENTAR