Simpang Tanjung Laut 'Langganan' Terendam Air, Dewan : 60 Meter Drainase Buntu

DPRD Bontang - Redaksi
08 Februari 2021
Simpang Tanjung Laut 'Langganan' Terendam Air, Dewan : 60 Meter Drainase Buntu Komisi III DPRD Bontang meninjau kawasan simpang Tanjung Laut yang kerap kali terendam.

KLIKKALTIM.COM - DPRD Bontang mensinyalir penyebab Jalan Sultan Syarir kerap terendam air lantaran saluran drainase tersumbat sepanjang 60 meter.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina saat melakukan Sidak terkait normalisasi drainase, Senin (8/2/21).

Amir menuturkan, drainase sepanjang 60 meter di Jalan Sultan Syarir (depan Kantor Kelurahan Tanjung Laut) hingga Jalan WR Supratman (Depan Masjid Al Hijrah) terputus.

"Karena tersumbatnya aliran dari Lengkol tidak teraliri dengan baik karena terputus kurang lebih 60 meter akibatnya sering terjadi genangan air depan Al-Hijrah," katanya.

Penyebabnya lantaran terjadi penyempitan di jalur drainase tersebut. Selain itu, faktor lainnya karean aktivitas konstruksi dari pembangunan mall.

Dewan mengusulkan agar perlu dilakukan normalisasi drainase. Pun pemerintah juga harus memperluas lajur di persimpangan Tanjung Laut.

Menurutnya, badan jalan yang menyempit di persimpangan masjid Al-Hijrah pun kerap mengakibatkan kecelakaan.

"Jadi fokus utama kita disini ada dua yang pertama soal perluasan badan jalan dan pembuatan drainase," bebernya.

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang (PUPRK) Bontang, Bina Antariansyah, menyebutkan terkait perluasan lahan dan pembuatan drainase harus dilakukan pembebasan lahan.

"Memang harus ada pembebasan lahan terlebih dahulu untuk pelebaran jalan dan pembuatan drainase. Jalan keluarnya adalah dibebaskan, dibuatkan trotoar dan drainase jadi modelnya itu melengkung nggak patah," ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR