Badak LNG Berencana Nonaktifkan Dua Unit Pengolahan LNG

Industri - Inara Dafina
29 Desember 2018
Badak LNG Berencana Nonaktifkan Dua Unit Pengolahan LNG Kawasan kilang Badak LNG di Kota Bontang (Int)

KLIKBONTANG.com -- Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Badak LNG berencana menonaktifkan dua unit pengolahan gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) di Kilang LNG Badak, Bontang, Kalimantan Timur. Pertimbangannya adalah keekonomian.

President Director & CEO Badak NGL, Didik Sasongko mengatakan saat ini unit pengolahan gas(train) yang aktif di Kilang Badak berjumlah empat unit dari total delapan unit yang ada di kilang itu. Adapun dua train yang akan dikeluarkan dari sistem itu belum bisa diprediksi kapan akan dilakukan. \"Baru diusulkan produsen, tapi belum diputuskan secara administrasi,\" kata dia di Jakarta, Jumat (28/12) melansir katadata.

Senior Vice President Gas & LNG Management Pertamina Tanudji Darmasakti mengatakan secara umum dari delapan train yang ada di Kilang Badak empat yang beroperasi. Adapun, satu train berfungsi sebagai cadangan (standby).

Sejauh ini, produksi Kilang Badak sebagiannya masih melayani kontrak gas ke pembeli luar negeri seperti Jepang dan kontraknya berakhir 2020 mendatang. Kilang Badak juga melayani konsumen dalam negeri. Salah satunya untuk kebutuhan kelistrikan. Dalam hal ini, LNG dibeli Nusantara Regas untuk selanjutnya dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tahun ini, Nusantara Regas menyerap 16 kargo.

Pasokan kilang LNG Badak ini berasal dari beberapa proyek migas seperti Blok Mahakam, Sanga-sanga, Jangkrik, Attaka, hingga Bangka di proyek IDD. PT Badak LNG hanya berperan mengoperasikan kilang tersebut.
Sedangkan,semua biaya operasionalnya ditanggung produsen gas dan dibayarkan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Ini karena Kilang Badak sudah menjadi bagian dari aset negara.

PT Badak LNG mayoritas diempit oleh Pertamina 55%, lalu Japan Indonesia LNG Company (JILCO) 15%, Total E&P Indonesia (TEPI) 10%, dan VICO Indonesia 20%.

Sementara Produksi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Kilang Badak di Bontang, Kalimantan Timur pada tahun depan ditargetkan dapat menyentuh 133 kargo. Jumlah ini menurun sekitar 14% bila dibandingkan dengan target produksi tahun ini.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tahun ini produksi LNG Kilang Bontang ditargetkan dapat mencapai 156 kargo.
\"Rencana produksi LNG Bontang untuk tahun 2019 diperkirakan 133 standard cargo,\" ujar Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, Jumat (28/12/2018).

Menurut data SKK Migas, proyeksi lifting gas bumi sejumlah blok yang memasok Kilang Bontang tahun depan mengalami penurunan, seperti Blok Muara Bakau dan Blok Sanga-Sanga. Proyeksi lifting gas Blok Muara Bakau pada 2019 sebesar 645 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Tahun ini lifting gas Muara Bakau diproyeksikan mencapai 667 MMscfd. Kemudian proyeksi lifting gas Blok Sanga-Sanga turun dari 69 MMscfd tahun ini menjadi 61 MMscfd pada tahun depan. Proyeksi tahun depan tersebut juga turun dari target APBN 2018 yang mencapai 80 MMscfd.

Adapun proyeksi lifting gas Blok Mahakam tahun depan stagnan dibandingkan target tahun ini, yakni 1.100 MMscfd. Tahun ini pun lifting gas Blok Mahakam diproyeksikan tidak mencapai target atau hanya sebesar 849 MMscfd.

Sementara itu, SEVP Gas & LNG Management Pertamina Tanudji Darmasakti menuturkan, saat ini LNG dari Kilang Bontang dijual kepada Western Buyer-Jepang, PT Nusantara Regas, dan PT PLN (Persero). Adapun kontrak penjualan dengan Western Buyer-Jepang akan segera berakhir dalam 2 tahun ke depan. Kontraknya akan berakhir pada 2020.

Terkait hal tersebut, Tanudji berujar pihaknya sudah menawarkan perpanjangan kontrak penjualan LNG Kilang Bontang ke Western Buyer-Jepang.

\"Kebanyakan kami masih melayani buyer Jepang. Kontrak Western Buyer sampai 2020 sama Nusantara Regas sampai 2022. Pertamina sudah nawarin extend setelah kontrak berakhir ke Western Buyer,\" kata Tanudji melansir Bisnis.com.

Tanudji belum bisa mengungkapkan berapa banyak LNG yang ditawarkan dalam perpanjangan kontrak tersebut karena saat ini perpanjangan kontrak masih menunggu persetujuan dari pemerintah.

\"Belum tahu karena berdasarkan persetujuan pemerintah. Kontrak kan harus ada persetujuan pemerintah untuk dilanjutkan,\" katanya.

Kilang Bontang pada tahun depan ditargetkan dapat menyentuh 133 kargo. Jumlah ini menurun sekitar 14% bila dibandingkan dengan target produksi tahun ini.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tahun ini produksi LNG Kilang Bontang ditargetkan dapat mencapai 156 kargo. \"Rencana produksi LNG Bontang untuk tahun 2019 diperkirakan 133 standard cargo,\" ujar Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, Jumat (28/12/2018). ***

TINGGALKAN KOMENTAR