Agresi Israel Awal Ramadhan, 13 Sekolah Gaza Rusak Berat

Internasional - Inara Dafina | Reuters
08 Mei 2019
Agresi Israel Awal Ramadhan, 13 Sekolah Gaza Rusak Berat Seorang remaja Palestina di rumahnya yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza City, Palestina, Senin (6/5). Foto: AP Photo/Khalil Hamra

KLIKBONTANG.com -- Sebanyak 13 sekolah di Jalur Gaza rusak parah akibat agresi militer Israel akhir pekan lalu. Pertempuran terbaru antara Israel dan faksi-faksi perlawanan Palestina di Gaza memang disebut sebagai yang terburuk sejak 2014.

Dilaporkan laman Alaraby, Senin (6/5), Kementerian Pendidikan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan, sekolah-sekolah yang rusak berat akibat serangan Israel berada di sepanjang Jalur Gaza. Lima sekolah yang kondisi benar-benar hancur berlokasi di Khan Younis Barat. Tak hanya bangunanya yang terkoyak, halaman sekolah itu pun dipenuhi pecahan peluru.

Belum ada pengumuman tentang kapan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terkait dan sekolah lainnya akan dilanjutkan. Namun yang pasti hancurnya gedung sekolah semakin menyulitkan anak-anak Palestina di Gaza mengakses pendidikan.

Sepanjang akhir pekan lalu, Israel membombardir Gaza dengan serangan udara. Gedung-gedung di wilayah yang terblokade itu porak-poranda. Sebanyak 24 warga Palestina dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat serangan Israel.

Faksi-faksi perlawanan Palestina, terutama Hamas dan Jihad Islam, membalas serangan Israel dengan meluncurkan ratusan roket ke wilayahnya. Sebanyak empat warga Israel dilaporkan tewas.

Setelah pertempuran mematikan itu, Israel dan Hamas akhirnya menyepakati gencatan senjata pada Senin. Hal itu tercapai dengan bantuan mediasi dari Mesir. Kendati pejabat Hamas dan Israel tak ada yang mengumumkan resmi tentang gencatan senjata tersebut, tapi peperangan seketika berakhir. Situasi di perbatasan Gaza-Israel kembali senyap. Militer Israel pun telah menarik para prajurit dan armada tanknya dari wilayah perbatasan.  

Indonesia-Mesir Bahas Gaza di Markas PBB

PEMERINTAH Indonesia dan Mesir bertemu untuk membahas situasi keamanan yang semakin panas di Jalur Gaza, Palestina. Menteri Luar Negeri RI Retno L Marsudi melakukan pembicaraan terkait persoalan terkini Gaza dengan Wakil Tetap Mesir untuk PBB Duta Besar Mohamed Edrees di Markas PBB di New York, Amerika Serikat, Senin(6/5) waktu setempat.

“Saat ini kita (Indonesia dan Mesir) duduk di DK PBB, kita melakukan compare notes tentang peran apa yang bisa diambil untuk berkontribusi agar situasi di Gaza tidak memburuk. Untungnya sudah ada gencatan senjata,\" kata Retno.

Retno menjelaskan pihaknya melakukan pembicaraan mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah meningkatnya ketegangan Israel dan Palestina di Jalur Gaza. “Sebagai negara tetangga dekat, Mesir punya peran berkontribusi dalam rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah,\" jelasnya.

Mohamed Edress menyampaikan selamat kepada Indonesia yang menjabat sebagai presiden DK PBB untuk satu bulan ke depan. Dia menyatakan bahwa Indonesia dan Mesir punya sejarah kerjasama yang panjang dan terlibat dalam berbagai organisasi yang sama.

Pada saat Indonesia menjadi presiden DK PBB, menurutnya, dunia menghadpi persoalan yang akut , termasuk di dunia Arab dan Timur Tengah. “Bagian dari masalah itu adalah Gaza Palestina yang skalanya semakin meningkat,” jelas Mohamed.

Mesir sebagai negara terdekat dengan wilayah Jalur Gaza melakukan upaya-upaya penyelesaian bersama dengan rekan negara lain. Saat ini kondisi di Gaza memang sudah gencatan senjata. Selain mencari upaya penyelesaian ke depan, menurutnya pada saat yang sama pihaknya menyampaikan akar persoalan.

“ Isu Palestina ini sangat penting dan Indonesia selama ini selalu aktif mencari upaya penyelesaian secara damai dan adil,” tambahnya.

Mohamed yakin Indonesia sangat memahami situasi dan keadaan dunia Arab. Dan dunia Arab akan dengan senang hati menjelaskan pesoalan dan membantu penuh untuk mencari solusi dari persoalan yang ada.

Retno menambahkan bahwa Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Dian Triansyah Djani juga telah bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk PBB untuk membahas situasi di Gaza. Hari ini (Selasa 7/5) Retno dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membahas persoalan itu.

“Pertemuan-pertemuan ini merupakan bentuk upaya proaktif Indonesia dalam menjalin komunikasi sehingga bisa berkontribusi bagi upaya perdamaian,\" tandasnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR