289 Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik

Kaltim - Ramadhan NR
12 Juli 2019
289 Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik Ilustrasi.

KLIKBONTANG.com -- Menjadi daerah penghasil minyak bumi terbesar kedua di Indonesia, ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah Kalimantan Timur. Sedikitnya ada 289 desa di Kalimantan Timur yang belum menikmati aliran listrik, terbanyak berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

“Ada ratusan desa yang belum teraliri listrik hingga saat ini, jumlah tersebut di bawah rata-rata indeks pelayanan masyarakat. Di bawah Pulau Jawa yang bukan daerah penghasil migas,” kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kaltim Wahyu Widhi Heranata yang akrab dipanggil Didit, usai menghadiri Forum Diskusi Hulu Migas di Hotel Jatra Balikpapan, Kamis (11/7).

Kabupaten Kutai Kartanegara menduduki urutan pertama daerah dengan desa yang paling banyak belum teraliri listrik. Padahal Kabupaten Kutai Kartanegara  merupakan salah satu kabupaten  terkaya di Indonesia dengan pendapatan dari sektor migas dan perkebunan.

Kondisi ini sangat kontras dengan nasib masyarakat yang masih belum menikmati aliran listrik padahal tinggal di wilayah yang merupakan penghasil migas terbesar. Didit menjelaskan pihaknya telah menyampaikan kondisi ini secara resmi ke Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, agar segera ditindaklanjuti.

“Kami sudah sampaikan ke Dirjen Kelistrikan terkait kondisi ini, supaya ada upaya untuk pemenuhan kelistrikan, sehingga mampu menaikkan kondisi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Didit berujar berdasarkan hasil perhitungan di Dinas ESDM Provinsi, tingkat rasio elektrifikasi di wilayah Kalimantan Timur masih di bawah rata-rata nasional. Tingkat elektrifikasi Kaltim masih 84 persen, di bawah rata-rata pencapaian elektrifikasi nasional yang tercatat sudah mencapai 90 persen.

Kondisi ini menggambarkan belum ada pemerataan kesejahteraan terhadap ketersediaan infrastruktur terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman.

Menurut Didit, ada beberapa faktor yang menyebabkan masih banyaknya daerah di wilayah Kaltim yang belum mendapatkan aliran listrik diantaranya karena kondisi infrastruktur energi yang sulit sehingga listrik belum bisa dialirkan secara menyeluruh.

“Aksesibilitas  yang sulit menjadi kendala untuk mengembangkan infrastruktur energi di wilayah tersebut (pendalaman),” ujarnya.

Didit juga menjelaskan hingga saat ini sistem pembangkit listrik di wilayah Kaltim masih tergantung pada ketersediaan sumber energi fosil. “Ada beberapa wilayah yang dikembangkan dengan tenaga surya, namun tidak banyak,” jelasnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini, pihaknya masih mengkaji sejumlah rencana untuk mengembangan energi alternatif pembangkit tenaga listrik. Namun sejak dilakukan kajian pada tahun 2013, belum ada realisasi seperti rencana pengembangan energi listrik dari cangkang sawit yang masih dalam proses pengembangan.

“Hingga saat ini masih sebatas di laboratorium saja, belum ada rencana untuk lebih lanjut,” terangnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR