Aksi Tolak Pabrik Semen Berlanjut, Wagub Kaltim Akan Cek Lokasi Penambangan

Kaltim - Yoyok Sudarmanto/KLIKSAMARINDA.COM
09 April 2019
Aksi Tolak Pabrik Semen Berlanjut, Wagub Kaltim Akan Cek Lokasi Penambangan Aliansi Masyarakat Peduli Karts (AMPK) Kaltim berunjuk rasa menolak investasi penambangan batu gamping di kawasan karst Kutim Mangkalihat dan Berau Biduk- Biduk di depan kantor Gubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Kota, Provinsi Kaltim, Senin 8 April 2019.

KLIKBONTANG.com -- Aliansi Masyarakat Peduli Karts (AMPK) Kaltim, kembali menggelar unjuk rasa (unras) menolak investasi penambangan batu gamping di kawasan karst Kutim Mangkalihat dan Berau Biduk- Biduk. Aksi unras dipusatkan di depan kantor Gubernuran Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda Kota, Provinsi Kaltim, Senin 8 April 2019.

Sekira 300 massa gabungan dari mahasiswa, aktivis, dan pemuda di Kaltim tetap menolak rencana pembangunan pabrik semen itu. Aksi ini berkaitan dengan rencana PT Kobexindo selaku perusahaan penyedia alat berat bersama perusahaan dari Provinsi Jiang Jiang, Republik Rakyat Tiongkok berencana menambang di kawasan karst tersebut.

AMPK keukeh menolak rencana itu karena mereka menduga izin penambangan melanggar peraturan pemerintah. Korlap unras, Armen Beni, menyatakan pihaknya tetap menolak rencana tersebut. \"Keputusan kami final, tetap menolak hingga rencana Pemerintah dibatalkan,\" kata Armen menjelaskan kepada sejumlah awak media.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, langsung menerima para pendemo. Di atas pilar pagar, Hadi Mulyadi juga turut berorasi. Menurut Hadi, pihaknya belum sepenuhnya memiliki naskah akademik rencana pembangunan pabrik semen. Pasalnya, rencana ini masih terus berproses. Pihaknya juga merencakan akan meninjau lokasi penambangan sehingga dapat mempelajari rencana tersebut lebih lanjut.

\"Kami sudah rapat dengan seluruh kadis (kepala dinas) untuk meninjau lokasi sekaligus. Yang pasti, rencana ini nantinya kami terus pelajari,\" ujar Hadi Mulyadi.

Aksi sempat rusuh sebelum Asar. Mahasiswa yang mencoba masuk dengan menggoyang pagar Kantor Gubernur Kaltim disambut pukulan dan pentungan dari gabungan Satpol PP Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda.

Mahasiswa membalasnya dengan lemparan batu. Lebih dari lima orang mahasiswa luka-luka. Anggota Satpol PP dan polisi juga mengalami luka-luka. Mahasiswa dan petugas yang luka pun dibawa ke rumah sakit. 

Kendaraan roda dua juga ikut rusak beserta perlengkapan aksi seperti sound. Kaca mobil sewaan mahasisawa juga pecah. Arus lalu lintas di kedua arah dialihkan oleh polisi untuk menghindari kemacetan yang semakin parah. ***

TINGGALKAN KOMENTAR