Aksi Tolak Pabrik Semen Kaltim Ricuh, Pendemo Bertahan hingga Malam

Kaltim - NR Syaian/KLIKSAMARINDA.COM
10 April 2019
Aksi Tolak Pabrik Semen Kaltim Ricuh, Pendemo Bertahan hingga Malam Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Peduli Karts Kaltim (AMPK) di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada pada Senin malam, 8 April 2019, kemarin.

KLIKBONTANG.com -- Aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Peduli Karts Kaltim (AMPK) kembali digelar di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Senin siang, 8 April 2019, kemarin. Massa gabungan berkumpul dan melakukan orasi menolak investasi penambangan batu gamping di kawasan karst Kutim Mangkalihat-Berau Biduk-Biduk.

Massa berkumpul sekira pukul 12.00 Wita. Sembari melakukan sorakan-sorakan penolakan, orasi juga dilakukan secara bergantian. Tak berselang lama, Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menerima aksi dan turut pula menyampaikan aspirasi.

\"Kami sudah rapat dengan seluruh kadis untuk meninjau lokasi sekaligus. Yang pasti rencana ini nantinya kami terus pelajari,\" ujar Hadi.

Kendati demikian, massa tetap bersikeras untuk melakukan aksi. \"Keputusan kami tetap final. Kami tetap menolak hingga rencana pemerintah dibatalkan,\" Korlap aksi, Armin Beni.

Orasi mahasiswa terus dilanjutkan. Tak berselang lama, aksi mulai memanas dan sempat terjadi kerusuhan antara mahasiswa dan aparat yang berjaga.

Mahasiswa mencoba masuk dengan menggoyang pagar disambut pukulan dan pentungan dari gabungan Satpol PP. Aksi saling balas lalu terjadi. Pun, saling sambut lemparan batu antara keduanya juga sempat berselang beberapa waktu.

Hingga akhirnya aparat kepolisian mencoba mengkondisikan keadaan dengan menyemprotkan gas air mata. Akibat kejadian tersebut, tercatat 5 aparat kepolisian dan 2 aparat Satpol PP harus mengalami luka-luka akibat lemparan batu. Pun, di pihak mahasiswa, sekira 20 mahasiswa terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Hingga pukul 20.00 Wita, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur. Mereka tetap melakukan orasi penolakan dan menyalakan lilin. Aksi kali ini merupakan aksi kedua digelar. Aksi kali ini senada dengan aksi sebelumnya pada Maret yang sempat juga terjadi kericuhan yang berakhir luka-luka di kedua belah pihak.

Aksi dipicu rencana investasi Hongshi Holdings akan menanamkan investasi di kawasan Karst Kutai Timur untuk mendirikan pabrik semen dengan nilai investasi 2,1 miliar USD. perusahaan yang bermarkas di Provinsi Zhejiang, Cina ini memprediksi mampu produksi semen 8 juta ton per tahun di kawasan Sekerat, Kutai Timur. ***

TINGGALKAN KOMENTAR