Bayi di Samarinda Meninggal 9 Jam Usai Dilahirkan, Keluarga Lapor ke Polisi

Kaltim - Inara | Berbagai Sumber
26 April 2019
Bayi di Samarinda Meninggal 9 Jam Usai Dilahirkan, Keluarga Lapor ke Polisi Keluarga Lapor ke Polisi Kasus Bayi Meninggal di RS Samarinda.

KLIKBONTANG.com -- Pasangan Rizki Kewo dan Trivena Sengkey, warga Desa Umaiding, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara tak bisa menahan kesedihannya.

Anaknya Otniel Kewo yang baru saja lahir di RSUD AW Syachranie, Samarinda Ahad, 21/4/2019 harus meninggalkan mereka untuk selamanya. Kurang lebih hanya 10 jam usai lahir di dunia.

Kasus meninggalnya bayi Otniel Kewo ini pun dibawa ke ranah hukum. Keluarga menilai ada dugaan kelalaian petugas medis. Kasus itu, kini dalam pendampingan KPAI Provinsi Kalimantan Timur dan telah dilaporkan ke Polresta Samarinda, Jumat (26/4) siang.

Sentra Pelayanan Ke polisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, mengeluarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) bernomor STTLP/256/IV/2019 tanggal 26 April 2019. Pelapor adalah Yohanes Traksin, sebagai juru bicara keluarga.

Terlapor adalah RSUD Abdul Wahab Syachranie, atas dugaan kelalaian mengakibatkan kematian, sebagaimana diatur dalam pasal 359 KUHP, dan juga UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

Diceritakan, Yohanis Taskin, juru bicara keluarga orangtua Otniel Junior Kewo, karena pasangan ini harus memulihkan kondisi paska melahirkan, bayi itu diduga meninggal karena pendarahan yang terjadi di bagian pusar.

Namun, begitu, pihak keluarga belum mendapatkan jawaban pasti penyebab kematian sang bayi. Otniel dimakamkan di hari yang sama di Pemakaman Kristen Sungai Siring Samarinda.

“Waktu kelahiran dibilang dokter kandungan sehat. Setelah 10 jam meninggal. Ditemui kejanggalan, darah, lampit dan baju (bayi) berlumuran darah. Sudah ditanyakan ke rumah sakit, tapi belum ada jawaban,” kata Yohanis, Jumat (26/4/2019).

Dia menegaskan, laporan ini dibuat karena kasus janggal dan berkaitan dengan hak hidup seseorang. Apalagi pihak RS belum memberikan penjelasan. Menurutnya, pihak keluarga bukan tanpa upaya meminta penjelasan manajemen rumah sakit.

\"Kita tanya ke rumah sakit secara tertulis, tidak ada jawaban dari rumah sakit. Untuk itu, kami melapor resmi ke polisi hari ini,\" ujar Yohanes, sambil memperlihatkan surat kuasa keluarga.

Kepolisian memastikan akan memproses laporan itu. \"Terkait viral di media soal bayi meninggal di rumah sakit,kita tindaklanjuti dengan penyelidikan. Kalay dianggap perlu, kita laksanakan pembongkaran makam,\" kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

Manajemen RSUD Abdul Wahab Syachranie angkat bicara meninggalnya bayi laki-laki Otniel Kewo, Senin (22/4) lalu. Sampai hari ini, manajemen masih melakukan verifikasi dari keluhan orangtua bayi, yang mempertanyakan sebab meninggalnya bayi Otniel.

Manajemen menjelaskan, memang benar lahir bayi laki-laki, dari pasangan suami istri Rizki Kewo dan Trivena Sengkey, pada hari Minggu (21/4) malam, sekira pukul 20.28 WITA, melalui tindakan Sectio Cesaria.

Namun dalam masa perawatan bayi itu pascakelahiran, bayi yang memiliki berat 2,4 kilogram dinyatakan meninggal pada hari Senin (22/4) sekira pukul 06.15 WITA, di ruang perawatan bayi.

\"Keluhan orangtua pasien yang kami terima, sudah kami sampaikan ke direksi, dan ada instruksi untuk melakukan verifikasi terkait keluhan itu,\" kata Humas RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, dr Arysia Andhina, di kantornya, Jumat (26/4) sore.

Arysia menerangkan, saat proses persalinan dan perawatan bayi ditangani oleh 3 perawat dan 1 dokter jaga. Arysia menyebut, ada pemberitahuan kepada orangtua bayi, saat bayi dalam kondisi genting. \"Ditelepon tapi tidak ada jawaban,\" ujar Arysia.

Verifikasi internal yang dilakukan rumah sakit saat ini, menurut Arysia, mengumpulkan data dan fakta, termasuk dengan rekaman CCTV yang ada di ruang perawatan. Proses itu, memerlukan waktu.

\"Kita audit semuanya yang terkait dan ini perlu waktu. Iya, dugaan sementara (darah yang ada di kain selimut bayi), sementara berasal dari tali pusar,\" ungkap Arysia.

Diketahui, Otniel Kewo, bayi laki-laki yang lahir Minggu (21/4) malam sekira pukul 21.30 WITA dan dinyatakan sehat oleh medis, meninggal dengan memperihatinkan, Senin (22/4) pagi sekira pukul 06.15 WITA. Hidup kurang dari 10 jam, badannya dipenuhi darah, diduga berasal dari tali pusarnya, saat berada di ruang perawatan bayi. ***

TINGGALKAN KOMENTAR