Beroperasi 20 Tahun, Sindikat Prostitusi Online di Balikpapan Terungkap

Kaltim - Inara Dafina
30 April 2019
Beroperasi 20 Tahun, Sindikat Prostitusi Online di Balikpapan Terungkap Ilustrasi.

KLIKBONTANG.com -- Jajaran Unit Tipidter Polres Balikpapan berhasil mengungkap sindikat prostitusi online. Seorang mucikari berinisial DN alias Edo (45) dijebloskan di sel Mapolres Balikpapan.

DN alias Edo, ditetapkan sebagai tersangka, lantaran terbukti memperjualbelikan tiga wanita penghibur kepada lelaki hidung belang. Ia ditangkap di kawasam BSB Balikpapan, Sabtu (27/4/2019) sekira 02.00 Wita saat hendak menawarkan wanita binaannya. Bahkan satu di antara ketiga wanita yang disalurkan DN masih di bawah umur.

Untuk wanita-wanita muda yang dipasarkan bukan hanya warga Kota Balikpapan, sebagian ada yang berasal luar daerah. Terlebih, para penari striptis di tempat hiburan malam (THM) yang biasanya disediakan oleh Edo. “Kami masih terus mendalami, sejauh mana dia ini menjalankan aksinya dalam prostitusi,” katanya.

Tak hanya wanita muda, anak di bawah umur juga kerap dijual pelaku ketika ada pria hidung belang yang meminta kepada tersangka. Hal ini terbukti dengan diamankannya LV (16) saat penangkapan Edo dilakukan di kawasan Balikpapan Super Block (BSB). LV turut diamankan bersama dua wanita muda lainnya, yaitu YA (24) dan KR (30).

\"Ketiganya ikut diamankan sebagai saksi dalam kasus ini,\" kata Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

Dari pengakuan para saksi yang ikut diamankan anggota Tipiter Satuan Reskrim Polres Balikpapan, diketahui bahwa mereka dipasarkan hingga Rp 4,5 juta sekali kencan. “Kalau short time Rp 2 juta, kalau Rp 4,5 juta dua kali,” aku YA.

Dalam melakukan pemasaran, biasa Edo mencari para pengusaha yang royal untuk keluar uang. Tak jarang para wanita ini dibawa pelaku untuk masuk pub-pub yang ada di Balikpapan. Hal ini dilakukan untuk mencari pelanggan di sana. “Kadang diajak ke pub, dikenalkan sama bos-bos di sana,” ujarnya.

YA mengatakan, setiap kali mendapat pelanggan, mereka harus menyetor Rp 500 ribu kepada Edo. Di luar itu biasanya Edo juga mendapatkan fee dari si pemesan wanita. “Biasa kita ngasih Rp 500 ribu kalau dikasih pelanggan,” katanya.

Untuk diketahui, pengungkapan kasus tersebut dilakukan belum lama ini. Polisi mengamankan seorang pria bernama DN alias Edo (45) yang diduga merupakan muncikari atau penyedia wanita muda pemuas nafsu.

Dalam memasarkan wanita pemuas nafsu hidung belang, Edo menawarkan harga Rp 2 juta untuk short time atau sekali kencan. Tak hanya itu, ketika proses penawaran deal, muncikari tersebut meminta bayaran Rp 1 juta kepada si pemesan wanita.

Tak hanya menangkap sang muncikari, kepolisian juga mengamankan tiga orang wanita yang biasa dipasarkan pelaku. Mereka adalah LV (16) dan YA (24), warga Balikpapan serta KR (30), warga Sulawesi Tengah. Ketiganya berparas ayu dan berbodi aduhai. Mereka diamankan sebagai saksi dalam kasus ini. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, uang tunai Rp 800 ribu, satu unit handphone Samsung, dan 24 screenshot percakapan dalam menawarkan wanita pemuas nafsu.

Untuk modus operandinya, biasanya sang muncikari mencari pria yang terlihat parlente atau berduit, kemudian menawarkan jasa pemuas nafsu. Setelah sepakat, transaksi dilakukan di salah satu hotel.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 2 atau pasal 9 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau pasal 296 KUHP, atau 506 KUHP, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. ***

TINGGALKAN KOMENTAR