Polemik Kampung Sidrap

Gubernur Isran Noor Tetapkan Sidrap Masuk Bontang

Kaltim - Yayuk
09 Juni 2021
Gubernur Isran Noor Tetapkan Sidrap Masuk Bontang Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor/KLIKKALTIM-Yayuk.

KLIKKALTIM.COM - Polemik tapal batas Kampung Sidrap yang selama ini menjadi sengketa antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kota Bontang nampaknya akan segera berakhir. 

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengambil langkah tegas terkait persoalan ini. Menurut Isran, polemik ini terlalu berlarut-larut, sehingga perlu dituntaskan.

Secara wilayah Kampung Sidrap memang masuk dalam adminitrasi Kutim. 

Namun rata-rata penduduk Kampung Sidrap ber-KTP Kota Bontang. Pun secara geografis Kampung Sidrap lebih dekat dengan Bontang, ketimbang dengan Sangatta.

Wilayah Kampung Sidrap pun dipastikan Isran akan masuk dan menjadi milik kota Bontang di tahun 2021 ini.

"Sidrap akan diserahkan kepada Bontang. Setuju kada setuju (setuju tidak setuju), antar kedua pihak gubernur akan ambil sikap," ujar Isran, dalam malam penutupan MTQ Ke-42, Selasa (8/6/2021). 

Menurutnya, polemik ini tidak terlepas dari kepentingan suara untuk pemilu. Dengan tujuan utamanya lebih kepada pembinaan warga di Kampung Sidrap. 

Sehingga lebih memudahkan pembinaan warga Kampung Sidrap apabila menjadi milik Kota Bontang. 

"Jadi untuk pak Wakil Bupati (Kutim), Ikhlaskan aja itu (Kampung Sidrap), tutur Isran.

Penyerahan Kampung Sidrap pun secara resmi akan segera diproses tahun 2021 ini. 

"Ia secepatnya, dan sedang kami proses nanti saya akan lapor ke kementerian dalam negeri," ujar Isran kepada media, Selasa (8/6/2021).

Untuk diketahui bahwa, polemik status kampung Sidrap ini bermula sejak tahun 2000 lalu, mengenai penentuan tapal batas. Kemudian bergejolak kembali setelah tahun 2006. 

Saat itu, Pemkot Bontang mengeluarkan Sidrap dari peta Kota Taman mengacu UU 47/1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang.

Selanjutnya, pada tahun 2019 Kampung Sidrap kembali diusulkan masuk ke wilayah Kota Bontang. 

Bahkan telah terjadi kesepakatan antara dua belah pihak, yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani langsung oleh kepala daerah Bontang dan Kutim. 

Lima bulan kemudian Pengukuran dilakukan oleh Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Kaltim terhadap lahan seluas 164 hektare. Ada 6 RT dari total 7 RT yang ada di Kampung Sidrap masuk di lahan itu. Yakni, RT 19 hingga RT 24, sedangkan RT 25 diidentifikasi berada di luar lahan.

TINGGALKAN KOMENTAR