Perpustakaan Jalanan, Cara HMI Bontang Menebar Virus Membaca

Mozaik - Redaksi
27 September 2020
Perpustakaan Jalanan, Cara HMI Bontang Menebar Virus Membaca Kegiatan Perpustakaan Jalanan yang digelar di Bontang Kuala.

KLIKBONTANG.COM - Mendobrak gaya baca konservatif, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Bontang membentuk perpustakaan jalanan.

Ketika buku-buku terjejer kaku di rak-rak sunyi gedung perpustakaan, para mahasiswa Bontang ini justru membuat buku berada di keramaian.

Mereka mendobrak gaya lama perpustakaan yang identik dengan petugas yang marah ketika pengunjung berisik, atau pembaca yang menyendiri di antara tumpukan buku, atau kungkungan ruangan persegi.

Kini perpustakaan jalanan hadir dan dikemas secara unik dan berbeda, menjadikan perpustakan jalanan satu-satunya komunitas baca di Bontang yang menyajikan ruang baca terbuka.

Digagas pertama kali pada tahun 2016 oleh Sadly Jaya dan rekan-rekanya dengan nama Komunitas Pecinta Ilmu (Kunci) dan kemudian berubah menjadi Perpustakaan Jalanan atas inisiatif Lutfhi yang juga merupakan kader HMI Komisariat Bontang.

"Kami menggebrak ke ruang publik untuk menularkan kebiasaan membaca menjadi keharusan, apalagi Indonesia mengidap penyakit literasi rendah, Bontang khususnya," ujar Ketua HMI Komisariat Bontang Takbir, Senin (21/9/20).

Untuk menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan, setiap Jumat sore Lutfhi bersama kader HMI Bontang lainya menjejer buku-buku di pusat keramaian, salah satunya di Bontang Kuala.

Buku-buku yang di sajikan beranekaragam dan berasal dari milik pribadi para kader HMI Bontang, diantaranya buku filsafat, puisi, novel, biografi, bahkan buku anak-anak.

Komunitas perpustakaan jalanan yang dihadirkan HMI komisariat Bontang adalah secuil harapan di tengah rendahnya minat baca Indonesia, tak terkecuali Bontang.

Mereka berpikir tentang orang banyak, bahwa buku dapat mewarnai dunia yang dirundung gelap.

"Ini bentuk kepedulian kami menghidupkan literasi dengan menghadirkan ruang baca terbuka sebagai akses mendekatkan buku ke masyarakat, terkhusus para pemuda yang hanya asik dengan gadgetnya," pungkas Sadly Jaya. (*) 

TINGGALKAN KOMENTAR