Berita Kota Bontang Terkini

Basri Beber Alasan Santunan Kematian Dihentikan Sementara

News -
18 Juni 2021
Basri Beber Alasan Santunan Kematian Dihentikan Sementara Wali Kota Bontang Basri Rase/Klik Bontang-Yayuk

KLIKBONTANG.COM - Pemkot Bontang beralasan program santunan kematian bagi warga harus dihentikan karena menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Hasil laporan pemeriksaan keuangan tahun 2020 mendapat catatan dari auditor BPK. Satu diantaranya, program santunan kematian ini. 

Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku, terpaksa menghentikan program itu. Apabila terus dipaksakan berpotensi menjadi temuan hukum di kemudian hari. 

"Aturan yang barunya baru keluar dan kita dianggap melanggar dan itu katanya tidak boleh," ujar Basri kepada media, Jumat (18/6/2021).

Tetapi, pemerintah berupaya supaya program ini bisa dilanjutkan kembali. Saat ini, bagian hukum pemerintah sedang berkonsultasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI. 

Rekomendasi dari BPKP menjadi landasan hukum bagi daerah agar program santunan kematian berjalan lagi. "Kita sudah ke BPKP minta rekomendasinya seperti apa. Masih kita tunggu," katanya. A

Ditanya alasan mengapa dihentikan baru tahun ini? 

Basri mengaku, keputusan itu menyesuaikan dengan aturan terbaru. "Aturan kita ini selalu berbeda-beda, kalau dulu belum keluar aturannya sekarang begitu keluar aturannya kita bisa apa. kami mau berikan tapi kalau bermasalah untuk apa. Jadi sekarang sedang kita kaji ulang ini," bebernya.

Sekedar informasi bahwa, pengajuan pemberhentian santunan kematian ini telah diberhentikan sejak 2 Juni 2021 lalu. 

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 188.65/779/DSPM/2021 Tentang Pemberhentian Penerimaan Berkas Permohonan Santunan Kematian bagi penduduk Kota Bontang. 

Terhitung di tanggal terbit surat itu, instansi seperti Lurah dan RT tak bisa lagi memproses permohonan dari warga.

Program ini sudah dilaksanakan sejak lama. Namun belakangan dihentikan karena terbentur aturan. 

TINGGALKAN KOMENTAR