Curhatan Pedagang Pasar Tamrin, Sudah Banting Harga Tapi Tetap Sepi Pembeli

News - Noviyanto Rahmadi
14 September 2020
Curhatan Pedagang Pasar Tamrin, Sudah Banting Harga Tapi Tetap Sepi Pembeli Kondisi Pasar Tamrin sepi pembeli. Pedagang mengeluhkan kondisi ini terua terjadi. Sebagian pembeli mengaku lebih suka belanja di luar bangunan karena lebih praktis.

KLIKKALTIM.COM-- Siasat pedagang Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) mengurangi untung berjualan belum efektif mengundang pembeli.

"Disini kami tawarkan harga lebih murah beda Rp 3 sampai Rp 5 ribu tapi tetap saja masih sepi pembeli," ujar Rahman salah satu pedagang rempah.

Kemegahan bangunan ternyata belum menarik perhatian masyarakat untuk berbelanja di pasar yang baru beroperasi 2 bulan itu.Sampai sekarang pembeli masih sepi berbelanja di bangunan pasar baru ini. Keluhan serupa juga dilontarkan pedagang lainnya. Aslinda mengaku, omzet dagangannya anjlok. Padahal, sebelum menghuni lapak di lantai 3 Pasar Tamrin, dalam sehari bisa meraup omzet sampai Rp 5 juta. Menurutnya, kondisi pasar yang terus sepi membuat pendapatan rutin dari berjualan turun sampai 90 persen.

"Sekarang 1 juta saja belum tentu," ujar Aslinda salah satu pedagang sembako Pasar Tamrin.

Sementara itu, sejumlah pembeli mengaku lebih memilih berbelanja di luar bangunan pasar lantaran praktis. Kendati selisih harga lebih mahal di luar bangunan, pembeli tak mengeluh. Sebab, akses berbelanja mudah dan cepat.

"Didalam capek, harus naik turun tangga, Kalau diluar enak, cepet, tidak ribet, jadi saya lebih sering belanja diluar" ujar Supriyatin salah pembeli di sekitar Pasar Tamrin.

Hal senada disampaikan Tenri. Ia memilih belanja di emperan jalan lantaran mudah dijangkau.

"Capek naik turun tangga dan bingung tempanya semrawut, enak (belanja) diluar" ujar Tenri salah satu pengunjung luar pasar.

Namun, pendapat berbeda disuarakan pembeli lainnya. Ikha, misalnya, lebih memilih belanja di dalam Pasar Tamrin lantaran harganya lebih murah.

"Harganya disini murah dan kalau belanja tidak sumpek", ungkapnya.

Pemandangan jauh berbeda di Pasar Seng, Jalan MH Thamrin, Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru. Di pasar ini kondisi pasar sangat ramai. Bahkan, kendaraan roda dua memarkir di sepanjang bahu jalan sekitar 50-70 meter. Pembeli mengaku, kemudahan akses pasar menjadi daya tarik sendiri. Hidayati misalnya, mengaku rutin berbelanja di Pasar Seng karena lebih mudah dijangkau.

"Enak disini lengkap, sekali jalan semua ada ngak perlu capek naik turun tangga," ujar Hidayati salah satu pengunjung Pasar Seng. (*)

 
TINGGALKAN KOMENTAR