Dua Ribu Pelajar Miskin Bontang Susah Ikuti Pelajaran Jarak Jauh

News - Noviyanto Rahmadi
27 Juli 2020
Dua Ribu Pelajar Miskin Bontang Susah Ikuti Pelajaran Jarak Jauh Beberapa pelajar SD di Bontang mendengar pengarahan Wali Kota Neni Moerniaeni (Dok)

KLIKBONTANG.COM -- Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi ini belum dinikmati sejumlah pelajar miskin.

Masih ada pelajar miskin yang harus bersusah payah mengikuti sistem pelajaran model baru ini.

Ada sekitar 2.140 pelajar dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama yang harus mengikuti pembelajaran secara manual.

Berbeda dengan rekan-rekannya, mereka harus mengikuti pelajaran tanpa online atau Luar Jaringan (Luring).

Setiap pekan, orang tua murid datang ke sekolah mengambil Lembar Kerja (LK). Yang harus dikerjakan. Sepekan kemudian, kembali lagi. Menyetor hasil kerja anaknya.

Sementara itu, bagi pelajar yang mampu. Yang memiliki uang berlebih. Bisa membeli ponsel. Cukup belajar melalui layar ponsel mereka. Di rumah.

"Iya memang ada beberapa yang datang ke sekolah, karena tidak punya ponsel yang support," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Saparuddin saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2020).

Wali Kelas III B, SD Negeri 001 Bontang Barat, Muhajirah membenarkan, ada sejumlah muridnya dari kelompok warga miskin.

"Ada 4 orang, 2 orang punya tapi kalau kerja dibawa sama bapakknya, kalau 2-nya lagi memang gak punya," ungkapnya.

Di kelasnya, ada 4 muridnya ikuti pelajaran luar jaringan. Setiap pekannya, orang tua mereka datang ke sekolah mengambil tugas sekolah.

"Kalau seminggu ada 6 pelajaran, mereka akan ambil untuk 6 lembar kerja. Nanti minggu depannya dia kembalikan lagi," ujar Muhajirah saat dikonfirmasi.

Luncurkan Belajar via Televisi Lokal

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sadar masih ada sejumlah murid dari kelompok kurang mampu.

Mereka tak bisa leluasa, seperti murid lainnya ikuti pelajaran via online. Dari layar ponsel, di rumah masing-masing.

Untuk itu, akhir bulan ini pemerintah bekerja sama dengan stasiun televisi lokal untuk menyiarkan program pendidikan.

"Tanggal 30 Juli kita luncurkan, namanya Simpel Jago (Sistem Pelajaran Juara, Aktif Global, Optimitis)," ujar Kabid Pendidikan Dasar, Saparuddin.

Di sistem ini, nantinya murid cukup menonton siaran pendidikan di layar kaca. Para guru bakal membawakan materi

"Nanti ada juga layanan interaktifnya, tanya jawab. Ada juga yang siaran rekaman," tuturnya.

Selain pembelajaran itu. Pemerintah mensubsidi paket data internet bagi para pelajar.

Sementara bagi pelajar miskin, bakal diberikan Lembar Kerja Sekolah (LKS) gratis.

TINGGALKAN KOMENTAR