Ralat : Duka di Bontang Baru, Warimin Meninggal saat Isolasi Mandiri di Rumahnya

News - Redaksi
21 Juli 2021
Ralat : Duka di Bontang Baru, Warimin Meninggal saat Isolasi Mandiri di Rumahnya Kondisi kediaman almarhum Warimin, warga Jalan Mulawarman, Gang Arumbia 1, Kelurahan Bontang Baru.

KLIKBONTANG - Tangis pilu sayup-sayup terdengar dari rumah nomor 4, di Gang Arumbia 1, RT 27, Kelurahan Bontang Baru, Sabtu 17 Juli pekan lalu. 

Niayah terbaring lemas di samping jenazah suaminya, Warimin, yang dibaringkan di ruang tamu rumahnya pagi itu. Ia ditemani putranya, Niko alias Adit yang berusaha menenangkan ibunya. 

Tetangga mereka mengiba hanya dari luar rumah. Mereka tak melayat, lantaran keluarga almarhum sedang isolasi mandiri. 

Sebelumnya, Niayah dan putranya dinyatakan positif COVID-19. Warimin ikut menyusul tes usap sehari kemudian. Sementara menunggu hasil swab tes, ia meninggal dunia. 

Belakangan diketahui Warimin meninggal dengan status positif COVID-19. 

Klik Juga : Yang Terjadi Sebelum Warimin Meninggal saat Isoman di Rumahnya 

Menurut warga yang mengetahui hal itu, saat diperiksa kondisi almarhum sudah disertai gejala berat hingga muntah-muntah. 

Ali Asrofin, Ketua RT 27, menyebutkan ada 6 warganya yang tertular virus Sars-Cov-2 bersamaan kala itu. 

Saat ini sebagian sudah ada yang sembuh, tapi masih menjalani isoman di rumah masing-masing. 

Orang-orang yang karantina pun sudah dilaporkan ke kelurahan. Mereka diberi sembako untuk keperluan hari-hari. 

Berselang 2 hari tes usap, Sabtu 17 Juli kemarin, Warimin mangkat di rumahnya . Kabar duka itu, baru diketahui tetangga selang beberapa saat kemudian. 

 "Infonya meninggal sejak malam, tapi dikabari saat subuh," ujar Ali kepada Klik Bontang saat dihubungi, Rabu (21/7/2021). 

Penuturan Ali, Warimin memiliki riwayat penyakit berat sebelumnya. Bekas tukang bangunan itu pernah dirawat di rumah sakit beberapa tahun silam. 

Sedangkan istrinya yang akrab disapa Bu Anik, sehari-hari berprofesi sebagai tukang urut. Plan papan tukang urut menggantung di rumah mungilnya itu. 

"Memang keluarga kurang mampu," ungkap Ali. 

Niayah sekarang dilarikan ke Rusunawa Guntung, kondisinya dilaporkan kurang baik. "Niko ada hubungi saya, bilang kalau mamanya kurang enak badan. Makanya saya laporin ke petugas," kata Ali. 

Bukan Kejadian Pertama

Dinas Kesehatan Bontang membenarkan Warimin meninggal dunia saat menjalani isolasi di rumahnya pekan lalu. 

Seusai menjalani pemeriksaan, almarhum diminta aktif melaporkan kondisinya kepada petugas. Termasuk keluhan yang dialami selama isoman. 

"Ini sudah 2-3 kali kejadian," ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Adi Permana saat jumpa pers virtual, Rabu (21/7/2021). 

Kepala Dinas Kesehatan dr Bahauddin minta agar warga yang jalani isoman supaya kooperatif dengan Garda Isoman. 

Beberapa kejadian, nomor telepon yang didaftarkan tak sesuai dengan orang bersangkutan. "Ini pelajaran juga, supaya warga itu tidak salah kasih nomor. Nanti kita hubungi tidak diangkat, ternyata sudah gawat," pungkasnya. 

Ralat Berita : Sebelumnya ditulis Warimin didatangi petugas dari public safety centre saat menjalani isoman di rumah. Hasil penelusuran redaksi, kunjungan petugas ke rumah almarhum baru dilakukan selepas Warimin meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR