Berita Kota Bontang Terkini

Imbas Penutupan Jalan, 200 Porsi Bakso Mira Tak Laku

News - Redaksi
08 Juli 2021
Imbas Penutupan Jalan, 200 Porsi Bakso Mira Tak Laku Pedagang kaki lima di Jalan Ahmad Yani melayangkan protes karena penutupan jalan mematikan usaha mereka/Ikhwal -Klik Bontang.

KLIKBONTANG - Pembatasan kegiatan masyarakat yang digelar dengan menutup sejumlah ruas jalan diprotes pedagang kaki lima. 

Di pos penyekatan jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, petugas didatangi oleh pedagang bakso, Rabu (7/7/2021) petang. 

Mira Purwanti, pedagang bakso yang hari-hari mangkal di Jalan Ahmad Yani, mengaku kecewa. 200 porsi dagangannya tak laku hari itu karena kebijakan penutupan jalan. 

"Enggak mungkin ada yang lewat. Di sana arah kesini ditutup. Yang simpang sini juga tutup. Jadi gimana caranya orang kesini. Kalau begitu siapa yang beli jualan saya," kata Mira kepada petugas jaga. 

Menurutnya, penutupan ruas jalan dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi bagi pedagang kecil. 

Penutupan kali ini dinilai mematikan usahanya dan pedagang di sepanjang Jalan Ahmad Yani. 

Padahal, dirinya sudah meniadakan makan di tempat demi memenuhi tuntutan protokol kesehatan.

Aku Mira, dagangan bakso menjadi satu-satunya sumber pendapatan harian. Penutupan selama 10 hari tentu berakibat besar bagi keluarganya. 

"Sudah kita tidak sediakan kursi, yang penting ada yang beli (bungkus). Kalau di tutup begini, siapa yang mau beli pak," ungkapnya kesal kepada petugas. 

"Kalau begini, kami mati bukan karena Virus Corona. Tapi mati karena kelaparan tidak bisa cari uang," ungkapnya. 

Rahmat, pedagang makanan cepat saji, persis di sebelah lapak Mira, juga mengaku kecewa. 

Penutupan jalan mulai petang hingga tengah malam merugikan dirinya. Pemuda yang berjualan burger ini mengaku, baru berjualan pukul 16.30 Wita, sedangkan kebijakan penutupan jalan berlaku mulai pukul 17.00 Wita hingga 00.00 dinihari. 

"Yah baru buka, setengah jam sudah harus tutup lagi. Siapa yang mau beli," katanya. 

Dirinya sependapat dengan kebijakan pemerintah menghentikan laju penyebaran virus COVID-19. Tetapi, dia minta agar kebijakan yang ditetapkan mempertimbangkan pelaku usaha seperti dirinya. 

"Saya gak marah dengan kebijakan PPKM ini, tapi tolong lebih bijak saja. Kalau begini, 50 porsi sudah disiapin, biar kurir saja tidak bisa lewat karena ditutup," ungkapnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR