Kasus Covid-19 di Bontang Didominasi Usia Muda

News - Redaksi
21 Oktober 2020
Kasus Covid-19 di Bontang Didominasi Usia Muda Kasus penderita COVID-19 di Bontang sampai saat ini didominasi anak muda

KLIKBONTANG.com -- Kasus positif Covid-19 tertinggi di Kota Bontang didominasi  usia muda. Dari data Satgas Covid-19, per tanggal 18 Oktober, secara kumulatif paling banyak kasus terkonfirmasi usia 25-29 tahun. Total keseluruhan yang terkonfirmasi per tanggal 18 Oktober sebanyak 859 kasus.

Sementara itu, jumlah kelompok usia 25-29 tahun menduduki posisi pertama dengan total 108 orang atau setara 12,57 persen. Pada posisi kedua, pasien positif Covid diikuti usia 30-34 tahun dengan total 103 orang atau setara 11,99 persen.

Selanjutnya usia 50-54 tahun dengan total kasus sebanyak 90 orang, yakni 10,4 persen. Dan kasus lainnya tersebar pada usia anak, remaja, dan usia lanjut. Menilik data dari Badan Pusat Statistik Kota Bontang proyeksi jumlah pemuda usia 25 sampai 29 tahun sebanyak 15.514 jiwa.

Data Satgas per Minggu (18/10) kemarin, jumlah kasus pemuda sebanyak 108 orang atau setara dengan 0,69 persen dari jumlah pemuda di Bontang yang terjangkit virus Sars Cov-2.

Kasus pemuda per Minggu (18/10)kemarin sebanyak 108 orang. Apabila jumlah penduduk di Bontang usia 25-29 sebanyak 15.514 jiwa, artinya setiap seribu orang ada 14 orang positif Covid-19.

Dengan demikian, setiap individu tetap patuhi protokol kesehatan. Selalu meningkatkan imunitas tubuh dan jauhi kerumunan. Agar paparan virus Sars Cov-2 pun berkurang.

Ketua Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi mengatakan, tingginya angka penularan Covid-19 pada usia 20 hingga 39 tahun tersebut kemungkinan besar disebabkan lantaran mereka banyak beraktivitas di luar rumah.

“Kemungkinan besar mereka yang paling banyak melakukan aktivitas di luar rumah, berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” kata Ansariadi seperti dilansir makassar terkini, Senin, 12 Oktober 2020.

*Kasus yang dianalisis hanya pada Minggu, (18/10) lantaran sumber data utama berasal dari Dinas Kesehatan. Perkembangan data  selanjutnya (19/10-20/10) belum disampaikan ke media.

 
TINGGALKAN KOMENTAR