Mengenal Burung Kuntul Perak, Si Maskot yang Mulai Langka & Bukan Fauna Endemik Bontang

News - Redaksi
15 Oktober 2020
Mengenal Burung Kuntul Perak, Si Maskot yang Mulai Langka & Bukan Fauna Endemik Bontang Maskot Kota Bontang Burung Kuntul Perak/int

KLIKBONTANG.com -- Burung Kuntul Perak kini sudah langka di pesisir Kota Bontang. Bahkan, selama 9 bulan terakhir penampakannya hanya sekali saja. Itupun hanya seekor di pesisir Guntung, Januari silam. 

Kuntul Perak adalah fauna sejenis burung bangau langka yang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri. Habitatnya erat dengan ekosistem peisir yang dimiliki kota Bontang. 

Berdasarkan buku Burung-Burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan karangan John Mackinnon, disebutkan, Burung Kuntul Perak bukan termasuk jenis hewan endemik (tidak hanya terdapat di satu tempat/daerah) namun persebarannya yang sangat luas meliputi beberapa Negara diantaranya Pakistan, India Sri Lanka, China, Korea, Jepang, Asia dan Sunda Besar.

Keberadaan burung kuntul perak yang lebih banyak hidup dan berkembangbiak di perairan pesisir hutan bakau Kota Bontang, menjadikan burung ini di klaim sebagai maskot kota Bontang yang perlu dijaga kelestarianya.

Pemilihan Kuntul Perak sebagai maskot bukan tanpa alasan, karena telah melalui serangkaian pertemuan, diskusi dan kegiatan lapangan berupa inventarisasi flora dan fauna serta jajak pendapat (polling) pada 6 kelurahan yang ada di Kota Bontang dengan melibatkan lebih dari 500 responden.

Karena keberadaanya yang dianggap sangat penting, Kuntul Perak sebagai maskot fauna dan bakau sebagai maskot flora Kota Bontang pun telah ditetapkan berdasarkan SK Walikota Bontang Nomor 559 tahun 2004.

Dari data yang berhasil dihimpun KLIKKALTIM.COM, mengacu pada buku yang diterbitkan oleh Hamzah,dkk dengan judul “Habitat Penting Kuntul Perak di Kota Bontang.” disebutkan, populasi kuntul perak pada tahun 2011 berjumlah 395 ekor. 

9 tahun silam jumlahnya masih ratusan ekor. Unggas pesisir ini masih mudah dijumpai di pesisir. Namun sekarang kondisinya jauh berbeda. namun berdasarkan informasi dari Ketua Balai Taman Nasional Kutai keberadaan Kuntul Perak saat ini sangat langka dan sulit ditemui.

“Data terakhir januari 2020 kita cuman lihat 1 ekor saja di Daerah guntung, terkait pendataan kita belum lakukan lagi, justru sekarang Burung Kuntul Perak lebih banyak kami lihat di daerah Kutai Timur,” ujar Kepala Balai TNK, Nur Patria Kurniawan saat di temu di Kantor Balai Taman Nasional Kutai.

Menurutnya, belum diketahui penyebab pasti apakah kelangkaan burung ini terjadi di akibatkan oleh kerusakan ekosistem tempat mereka hidup dan berkembang biak atau justru burung ini telah berpindah tempat (Migrasi).

Ia mengungkapkan perlunya upaya pelestarian Burung Kuntul Perak dan jenis bangau lainnya. Nur Patria menawarkan solusi pelestarian satwa maskot Bontang ini, yakni

a. Penetapan perlindungan kawasan penting pelestarian Kuntul Perak.

b. Peraturan pelarangan penangkapan/perburuan baik telur ataupun Burung Kuntul Perak

c. Sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat terkait kawasan-kawasan satwa/fauna yang dilindungi

d. Penetapan hukum atau sanksi

e. Monitoring populasi Kuntul Perak.

TINGGALKAN KOMENTAR