Berita Kota Bontang Hari Ini

Omzet Pedagang Cinderamata di Ido Niaga Naik 65 Persen Selama MTQ

News - Redaksi
11 Juni 2021
Omzet Pedagang Cinderamata di Ido Niaga Naik 65 Persen Selama MTQ Lapak pedagang cinderamata di pusat oleh-oleh Ido Niaga Berbas Pantai ketiban rejeki selama gelaran MTQ

KLIKBONTANG.COM - Perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-42 di tingkat Kalimantan Timur di Kota Bontang membawa peruntungan bagi pelaku usaha cinderamata. 

Kafilah dari 8 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur berbelanja di sentra UKM khas Bontang. 

Pusat perbelanjaan oleh- oleh khas Bontang di Ido Niaga, misalnya, ramai diserbu pembeli. Kafilah asal 3 daerah juga tampak berbelanja di sana. 

Ketua Asosiasi Industri Kerajinan dan Pemerhati UMKM (ASIK) Bontang Hadarudin menuturkan, omset penjualan naik hingga 65-70 persen selama 3 hari perhelatan MTQ. 

"Hasil ini belum maksimal, karena hanya tiga Kota saja yang mengunjungi. Mungkin separuhnya dibawa LO ke UMKM centre" Kata Hadarudin saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Lebih lanjut, Hadarudin mengatakan, omzet pedagang di Ido Niaga meningkat saat gelaran MTQ. 

Hadaruddin yang juga punya lapak di Ido Niaga mengaku omzetnya dalam sehari tembus Rp 700 ribu. 

Bahkan, tetangga lapaknya, memperoleh omzet lebih besar mencapai Rp 2 juta dalam sehari. 

"Alhamdulilah ada rezeki yang kami terima dalam lomba MTQ ini," Imbuhnya.

Diakhir, Hadarudin menyampaikan para kafilah MTQ yang berbelanja di Ido Niaga, memburu souvenir khas Bontang, seperti baju, kalung, gelang dari manik manik dan souvenir lainnya.

"Para kafilah cukup antusias berbelanja sovenir khas Bontang, karena banyak yang unik di Ido niaga. Cocok dijadikan cindera mata di bawakan untuk keluarga dan teman mereka," pungkasnya. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pemuda (Dispopar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan, belum menerima laporan dari tempat wisata terkait kunjungan kafilah ke destinasi selama hajatan MTQ digelar. 

Tetapi, dia menyakini sejumlah LO kafilah mengantar mereka ke tempat-tempat wisata, walaupun tak banyak. "Belum ada sih datanya, tapi kemungkinan ada saja. Karena waktunya mepet juga," ungkapnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR