Pemkot Sukses Bukukan Investasi Rp 2,4 Triliun Kurun 2 Tahun

News - Noviyanto Rahmadi
26 Juni 2020
Pemkot Sukses Bukukan Investasi Rp 2,4 Triliun Kurun 2 Tahun Peletakan batu pertama Bontang Citimall/Humas

KLIKBONTANG.COM -- Iklim investasi di Bontang 2 tahun terakhir cukup moncer. Total ada 4 mega proyek yang hadir di Bontang dengan nilai investasi mencapai Rp 2,4 triliun.

Ke-4 proyek ini yakni, investasi PT Graha Power Kaltim dalam pembangunan PLTU kapasitas 2x100 Megawatt. Nilai investasi dari proyek listrik ini senilai Rp 195 miliar.

Kemudian, PT Energi Unggul Persada dalam pembangunan pabrik olahan crude palm oil (CPO) satu-satunya di Kaltim, dengan nilai investasi tahap pertama senilai Rp 1,1 triliun.

PT Dahana untuk proyek pengerjaan pabrik bahan peledak dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun.  Terakhir, pembangunan Bontang Citimall digelontorkan dana senilai Rp 123 miliar. Total nilai investasi yang telah eksis sebanyak Rp 2,4 triliun.

Kepala Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Syariful Rachman mengatakan Bontang masih menjadi wilayah 'idola' bagi investor.

Kemudahan investasi serta insentif diberikan kepada pemilik modal agar menanamkan dana mereka di Bontang.

"Memang kita selalu kampanyekan agae investor menanamkan modal mereka, kemudahan dan insentif kita berikan," ujar Syariful

Pemerintahan Neni Moerniaeni dan Basri Rase pun sepakat untuk menangkap peluang-peluang investasi baru di Bontang.

Bahkan, pemerintah dan DPRD pun telah memiliki payung hukum khusus untuk memudahkan investor.

Di samping itu, Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Bontang juga didesain agar memberi kesempatan bagi calon-calon investor ke Bontang.

"Kita punya dua wilayah untuk industri, ada di KIE dan ada juga di Bontang Lestari," ungkap dia.

Kemudahan investasi dan insentif di Bontang berhasil menggaet pemodal melirik Kota Taman sebagai tempat berinvestasi.

Animo pemodal dalam negeri pun menggunung. Total dalam 4 bulan terakhir saja, sudah ada sejumlah pemodal yang ingin berinvestasi dengan nilai fantastis, Rp 32 triliun.

Mereka saat ini sedang mengurus perizinan melalui Online Single Submission (OSS) di pusat. "Itu data kami yang rangkum dari OSS," ungkapnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR