Berita Kota Bontang Terkini

Pengajuan Anggaran Master Plan Banjir & Jalan Lingkar Dicoret Dewan

News - Redaksi
23 Juni 2021
Pengajuan Anggaran Master Plan Banjir & Jalan Lingkar Dicoret Dewan Kawasan Jalan Ahmad Yani terendam banjir, Minggu (4/4/2021) pagi/DOK

KLIKBONTANG- Tiga kegiatan yang diajukan pemerintah di pergeseran mendahului APBD-Perubahan 2021 tak disetujui DPRD Bontang. 

Ketiga program itu diantaranya penyusunan kajian induk atau master plan penanggulangan banjir senilai Rp 1,5 miliar. 

Kemudian penyusunan dokumen perencanaan Detail Engineering Design (DED) jalan lingkar Bontang Kuala - Tanjung Laut Indah senilai Rp 1 miliar 

Serta pembuatan pembuatan sumur dalam untuk Perumda Tirta Taman di Kelurahan Kanaan senilai Rp 3 miliar. 

Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati mengatakan, dari 14 kegiatan yang diusulkan hanya 11 mendapat persetujuan Badan Anggaran (Banggar) . 

"Iya sudah dapat persetujuan dari Dewan, tapi 3 kegiatan tidak disetujui," ujar Aji saat dikonfirmasi Klik Bontang, Selasa (22/6/2021). 

Klik Juga : Mantan Ketua Pansus Angkat Bicara Soal Pencoretan Anggaran Master Plan Banjir 

Menurut Aji kegiatan yang diusulkan menjadi agenda prioritas pemerintah, seperti banjir dan kebutuhan air bersih. 

Tetapi, Dewan beralasan kegiatan itu belum bisa dilaksanakan tahun ini. "Saya belum baca tuntas sih, sekilas saja saya lihat dokumennya. Ada catatan kecilnya itu, tadi saya buru-buru mau rapat," ujar Aji saat dikonfirmasi.

Bukan Menghalangi Kegiatan Pemerintah

Sementara Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Hasdam menampik jika disebut dewan menghalang-halangi kegiatan pemerintah. 

Katanya, di pergeseran ini Dewan ingin memastikan usulan kegiatan itu sifatnya kebutuhan bukan keinginan semata. 

"Yah kita ingin supaya anggaran itu betul-betul prioritas," katanya kepada wartawan, Selasa (22/6/2021). 

Klik Juga : Agus Haris Beber Alasan Dewan Coret Anggaran Master Plan Banjir 

Untuk masalah banjir, lanjut Andi Faiz, DPRD sependapat dengan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini. Hanya saja, Dewan minta agar penyusunan perencanaan tidak dilakukan secara terburu-buru. 

Klik Juga : Junaedi Cs Tak Berdaya Loloskan Anggaran Master Plan Banjir 

"Makanya kita minta agar diajukan di APBD 2022 nanti, biar tidak mubazir. Karena waktu penyusunannya kan panjang, bisa cari konsultan yang bagus juga," ungkapnya. 

Dia menegaskan, dewan sedari awal sudah mendorong agar penanggulangan banjir dilakukan secara komprehensif. 

Jadi, keliru apabila Dewan disebut menolak program penanggulangan banjir. "Bahkan dari tahun ke tahun kami dari tim Banggar selalu mempertanyakan tentang alokasi 10 persen dalam penanganan banjir. 

Lebih lanjut, seharusnya penyusunan kajian induk banjir bisa melibatkan Komisi III DPRD. Sehingga sinergi antara pemerintah dan Dewan bisa terjalin. 

"Agar ada harmonisasi antara DPRD dan Pemerintah,"katanya. 

Hal serupa juga harusnya dilakukan untuk rencana pembangunan jalan lingkar Bontang Kuala - Tanjung Laut Indah. 

Dewan hanya menginginkan seluruh program yang diajukan pemerintah betul-betul bisa berjalan, tak kandas ditengah jalan. 

"Harusnya dibicarakan dulu, sumber dananya dari mana, lahannya sudah siap belum. Jangan sampai sudah jalan tiba-tiba ada masalah muncul,"ujarnya. 

Sementara untuk pembuatan sumur dalam di Kelurahan Kanaan, Andi Faiz mengaku, usulan ini diselipkan pemerintah seusai revisi kedua di APBD Pergeseran. 

Di usulan sebelumnya, hanya pembuatan sumur bor di Loktuan saja. Namun, Tiba-tiba pemerintah menambah usulan sumur baru (Kelurahan Kanaan) . 

"Saat kita tanya apa alasanya, mereka tak bisa menjawab. Katanya yang penting cuman di Loktuan saja," tandasnya. 

TINGGALKAN KOMENTAR