Sanksi Demosi Internal Bawaslu, Nasrullah Terjungkal Ditengah Jalan

News - Redaksi
17 Juli 2021
Sanksi Demosi Internal Bawaslu, Nasrullah Terjungkal Ditengah Jalan Bekas Ketua Bawaslu Kota Bontang Nasrullah/DOK

Jabatan Ketua Bawaslu Bontang berganti ditengah jalan. Musababnya Nasrullah melakukan pelanggaran berat karena terafiliasi dengan ormas. 

KLIKBONTANG - Nasrullah terperangah. Ia masih setengah percaya dengan hasil pleno komisioner Bawaslu Bontang yang mengharuskan dirinya mundur dari pucuk pimpinan, Selasa (13/7) pekan lalu. 

Posisinya sebagai Ketua Bawaslu Bontang periode 2018-2023 harus berakhir lebih cepat. Estafet kepemimpinan lalu dipercayakan ke komisioner lain, Aldy Altrian. 

Keputusan demosi itu tertuang di dalam Surat Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur Nomor 107/KP.08.03/K.KI/7/2021 tertanggal 8 Juli 2021.

Di dalam surat itu, pimpinan Bawaslu Kaltim mengamanatkan tiga perintah. Satu diantaranya menurunkan Nasrul dari pucuk pimpinan. 

Alasannya karena Nasrul dianggap melakukan pelanggaran berat, berafiliasi dalam organisasi masyarakat. 

Nasrul tak menampik keikutsertaannya dalam organisasi masyarakat yang dialamatkan ke dirinya. 

Awal Juni lalu, Nasrul didapuk sebagai Ketua Paguyuban Tosan Aji Bessai Berinta, ormas yang bergerak dalam pelestarian benda pusaka budaya. 

Dasuki, Ketua Ikapakarti Bontang yang melantiknya saat itu di Lamin Etam Kodim 0908 Bontang. 

Kabar pelantikan itu sampai ke telinga, Saipul Bachtiar, Ketua Bawaslu Kaltim. Otoritas pengawas pemilu ini langsung mengambil sikap.

Berselang 20 hari kemudian, Nasrul memutuskan undur diri dari ormas yang masih berumur jagung. 

"Saya mengundurkan diri dari Panji Beber. SK pengukuhan juga sudah tidak ada nama saya. Suratnya juga sudah saya laporkan ke komisioner Bawaslu Kaltim saat klarifikasi," katanya. 

Panjang lebar pembelaan Nasrul tak mengubah sanksi dari atasannya. 

Juga Kena Sanksi

Nasrul tak sendirian. Surat putusan sanksi dari Bawaslu Kaltim juga menghukum komisioner lainnya, Agus Susanto. Koordinator Divisi Humas & Hubungan Antar Lembaga itu juga kena damprat. 

Bawaslu menjatuhkan teguran kategori sedang kepada Agus karena terlibat di dapur redaksi media online. 

Kepada Klik Bontang, Agus membenarkan hal itu. "Tapi saya kan gak aktif, hanya nama saja," ungkapnya kepada Klik Bontang, Kamis (16/7/2021). 

Di perusahaan pimpinan istrinya, Rini Ernawati, Agus mengisi posisi pemimpin redaksi. Usai teguran dari atasan turun, namanya dihapus dari kolom redaksi. 

Ketua Bawaslu Kaltim Saipul Bachtiar menjelaskan, sanksi kepada komisioner itu bukti tuntutan independensi di lingkungan Bawaslu suatu keharusan. 

"Kita ingin membuktikan bahwa kalau menjadi anggota bawaslu, harus netral dan terlihat netral, " kata Saipul, dihubungi awak media, melalui sambungan telepon, Jumat (16/07/2021). 

Saipul menjelaskan, alasan putusan sanksi bagi Nasrul lebih berat, ketimbang rekan sejawatnya karena bekas guru olahraga itu pernah dijatuhi hukuman sebelumnya.

"Kita juga tidak ingin ketua ini mendua, karena dia simbol bawaslu. Kita tidak ingin ketua itu pernah memegang ormas tertentu. Walaupun cuma sebentar," katanya. 

TINGGALKAN KOMENTAR