Sengkarut Pasar Tamrin Bontang, Nyaris Mati Suri Padahal Baru 2 Bulan Dihuni

News - Noviyanto Rahmadi
10 September 2020
Sengkarut Pasar Tamrin Bontang, Nyaris Mati Suri Padahal Baru 2 Bulan Dihuni Kondisi lapak pedagang di lantai 3 bangunan baru Pasar Taman Rawa Indah masih kosong dihuni pemiliknya.

KLIKBONTANG.COM-- Dua bulan lebih beroperasi, lapak di lantai 3 dan 4 Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) nyaris mati suri. Sampai saat ini masih sekitar 193 lapak di pasar terbesar di Kota Bontang ini kosong.

Sejumlah pedagang mengeluhkan, akses mobilitas barang sulit. Di samping itu, penempatan lapak dinilai masih kurang strategis. Damayanti misalnya, pedagang sembako di lantai 3 mengeluhkan, sulitnya mengangkut barang dari lantai dasar menuju ke lapaknya.

Diakui, pasar memiliki lajur kecil yang khusus dilalui motor. Tetapi, lajur terlalu sempit. Bahkan, pernah pedagang terjatuh akibat susah manuver saat menanjak sembari membopoh barang dagangan.

"Barangnya berat kita capek kalau naik turun, kalau pakai motor sering sekali kita jatuh ", ungkapnya

Persoalan lainnya disuarakan, Sri-juga pedagang sembako. Lapak pasar sepi lantaran pembeli lebih memilih berbelanja di lapak-lapak pedagang di pinggir jalan. Akibatnya, selama berjualan di lapak pasar baru omzetnya turun drastis. Bahkan hingga merosot 90 persen.

Ia juga mengungkapkan, banyak pedagang yang rela membayar uang sewa jauh lebih mahal daripada harus pindah ke pasar Tamrin.

"Teman saya berani bayar sewa Rp 30 juta per tahun daripada harus pindah kesini karena memang disini sepi pembeli, untuk apa disewa kalau tidak laku," ujarnya.

Pedagang lainnya, Irma menuturkan, pembeli lebih memilih akses diluar lebih dekat dan mudah dijangkau.

"Kalau hanya beli bawang merah dan bawang putih kenapa mesti kelantai 3 pasar, kan dipinggir jalan banyak," ungkapnya.

Pun begitu, pihak UPT Pasar mewanti agar pemilik lapak di pasar segera menghuni kios mereka. Para pedagang ditenggat 3 bulan (September) sebelum dievaluasi kembali. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR