Sterilkan Semua TPS, Dinkes Jamin Pilkada Aman

News - Redaksi
26 September 2020
Sterilkan Semua TPS, Dinkes Jamin Pilkada Aman Dinkes menjamin pelaksanaan Pilkada Bontang aman. Syaratnya, masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

KLIKBONTANG.COM - Antara Covid-19 atau Pilkada 2020: Pesta demokrasi atau pembunuhan massal? Narasi ini mungkin cukup jelas menggambarkan bagaimana pilkada 2020 terkesan dipaksakan. Ajang lima tahunan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dianggap lebih penting ketimbang nyawa manusia. Tak terkecuali Pilkada Bontang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang menegaskan tidak ada penundaan Pilkada. Artinya, Pilkada akan tetap dilaksanakan lima Desember mendatang.

Pemerintah Kota Bontang bukannya tak melakukan langkah-langkah pencegahan. Agar sebaran virus tak semakin meluas, Wali Kota Bontang menerbitkan Peraturan Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona (Covid-19).

Perwali sudah berjalan sebulan. Tapi kasus positif semakin meningkat. Pandemi tak bisa ditekan hanya dengan menerbitkan beleid. Hingga saat ini, total kasus positif di Bontang telah mencapai 439 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang Bahauudin menyebutkan, Perwali yang diterbitkan justru memberikan efek positif terhadap pencegahan penularan Covid-19. Bahaudin percaya diri jika Pilkada tetap dijalankan. 

"Tidak masalah Pilkada dijalankan karena sampai saat ini Bontang masih bisa menekan angkanya di angka ratusan, sementara di kota lain sudah ribuan," ungkapnya, ditemui di acara serah terima bantuan cuci tangan.

Bahaudin menegaskan, instansinya massif dalam memperketat protokol kesehatan dengan melakukan berbagai upaya, dan siap mengawal berbagai kegiatan Pilkada sampai selesai.

Salah satu program yang dilakukan adalah dengan menurunkan tenaga kesehatan di titik-titik rawan persebaran Covid-19. Fokus utama adalah di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita sudah atur dengan KPU titik-titik mana yang rawan, sudah kami setting semua seperti apa prosesnya pada saat pencoblosan nanti," kata Bahaudin.

Meski langkah-langkah antisipasi sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, tetapi masyarakat tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan. Jangan lalai dan abai untuk terus mematuhi ketentuan dalam adaptasi kebiasaan baru. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyukseskan semua agenda pemerintah. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR